Stok Sudah Ditambah, Celakanya Langka
SEMENTARA itu, Bupati Jember Hendy Siswanto mengutarakan, hingga Lebaran stok gas melon tidak pernah kosong.
Jember sudah mendapatkan kiriman jatah gas LPG 3 kilogram tambahan dari Pertamina sebanyak 25 ribu tabung.
Dikatakan, peningkatan konsumsi gas melon di tengah masyarakat dipengaruhi oleh meningkatnya pemakaian oleh pelaku UMKM menjelang Lebaran.
"Beli LPG ke agen, kalau ke pengecer pasti naik semua (harganya, Red), karena ada ongkos bawa dan lain-lain," serunya usai halalbihalal di Kantor Pemkab Jember, pagi kemarin (16/4).
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember Yuliana Harimurti mengklaim bahwa tidak ada kelangkaan gas.
Alasannya, karena stok sudah ditambah untuk dikirim ke agen-agen dan pangkalan.
"Hanya saja, kalau Lebaran kemarin ternyata ketika kami turun ada beberapa petugas agen dan pangkalan yang memang berhari raya, sehingga untuk sampai ke pengecer agak tersendat," jelasnya.
Soal harga yang melejit, pihaknya membenarkan jika ada permainan di tingkat pengecer. Dia mengaku sudah turun untuk memantau langsung dan mendapati bahwa harga pada saat itu normal. Namun, esoknya ternyata tetap ada yang menjual sampai harga Rp 25 ribu.
"Untuk yang harganya melebihi (HET, Red), diberi tahu bahwa nanti tidak akan dikirim kembali," terang Yuli.
Kendati demikian, pihaknya tidak bisa mendeteksi apabila ada pengecer yang menjual dengan harga di atas HET. Kecuali ada laporan dari masyarakat.
"Ada beberapa yang sudah lapor, tapi juga tidak bisa dideteksi pengecernya di mana, karena ternyata ada yang pakai tosa-tosa," bebernya.
Yuli mengimbau masyarakat tetap membeli gas LPG 3 kilogram secukupnya. Tidak lantas panik kehabisan stok sehingga membeli melebihi kebutuhan.
Dipastikan, tambahnya, gas melon selalu dikirim oleh Pertamina ke agen dan pangkalan.
"Untuk masyarakat, kalau di pengecer tidak ada, silakan ke agen dan pangkalan-pangkalan," pintanya. (sil/c2/nur)
Editor : Radar Digital