Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ada Tradisi Menikahkan Tebu di Jember, Ini Makna Tradisi Tebu Manten

Radar Digital • Selasa, 29 Agustus 2023 | 23:35 WIB
PPID Kab Jember
PPID Kab Jember

 

RADARJEMBER.ID – Tradisi Tebu Manten atau biasa disebut Royalan adalah tradisi yang biasa dilakukan di Pabrik Gula Semboro saat akan melakukan penggilingan tebu. Tradisi tersebut dilakukan dengan cara menikahkan dua batang tebu sebelum masuk ke penggilingan.

 

Dua batang tersebut dirias selayaknya pengantin manusia pada umumnya. Dua batang tebu pria dan wanita juga diberi nama, untuk tebu pria diberi nama Raden Bagus Rosan dan tebu wanita Dyah Ayu Ror Manis kemudian diarak sejauh 15 kilometer sebelum melakukan penyerahan simbolis ke Kepala Instansi Pabrik Gula.

 

Prosesi tradisi ini dilaksanakan oleh  sesepuh manajemen Pabrik Gula dan sesepuh petani tebu.

Tradisi ini juga disebut sebagai “Ritual Cembengan” yang bertujuan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan YME.

 

Tradisi ini diiringi oleh gending-gending Jawa sebagaimana perkawinan adat Jawa dan dipandu oleh Pranoto Coro (Pembawa Acara). Setelah “tebu pengiring manten” dipetik dan digenggam berjajar-jajar disamping pasangan manten yang diperankan oleh pemuda dan gadis desa, dilanjutkan dengan siraman.

 

“Tebu Manten” yang sudah dipingit selama satu malam, selanjutnya dikeluarka dari Pondok Asri (gubug di area kebun tebu) untuk dilakukan siraman. Kedua tebu tersebut ditata sedemikian rupa dan disiram dengan air bunga menggunakan sebuah kendi yang dilakukan oleh Ketua instansi.

 

Makna dari tradisi “Petik Tebu Manten” adalah sebuah proses untuk mengawali panen tebu yang diwakili oleh beberapa batang tebu. Jumlah batang tebu yang dipetik tidak sembarangan, harus berdasarkan pada neptu dan pasaran di kalender Jawa.

 

Jumlah batang tebu yang dipetik pertama kali berjumlah 13 batang dan diambil dari arah timur(wetan dalam bahasa Jawa).  Arah timur bermakna wiwitan (permulaan) dalam bahasa JAwa. Maknanya, segala sesuatu harus dimulai dengan keinginan yang kuat untuk meningkatkan taraf hidup petani tebu. Tebu manten diiringi oleh 13 tebu pengiring dan diambil dari posisi tengah jarak antara tempat lokasi tebu manten. (mm2/bud)

Editor : Radar Digital
#TRADISI #Jember #tebu