Padi Siap Panen Tersapu Luapan Sungai Garahan Jember

Jumai RJ • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 18:57 WIB
GAGAL PANEN: Tanaman padi yang siap panen milik warga Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, roboh dan tertutup lumpur setelah diterjang banjir, Senin (2/11) pagi. (JUMAI/RJ)
GAGAL PANEN: Tanaman padi yang siap panen milik warga Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, roboh dan tertutup lumpur setelah diterjang banjir, Senin (2/11) pagi. (JUMAI/RJ)
Radar Jember – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Silo sejak Minggu (1/11) malam hingga Senin (2/11) dini hari mulai menunjukkan dampaknya. Setelah kawasan wisata PPG Garahan diterjang banjir, sektor pertanian juga ikut terdampak. Sejumlah tanaman padi milik warga yang seharusnya segera dipanen justru rusak diterjang luapan Sungai Garahan.

Banjir tersebut menerjang lahan persawahan di Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Tanaman padi yang sudah menguning dan siap panen roboh akibat derasnya arus air. Tak hanya itu, sebagian hamparan sawah juga tertutup lumpur serta tumpukan sampah dan potongan kayu yang terbawa banjir.

Sedikitnya terdapat sekitar 20 petak sawah yang terdampak. Beberapa di antaranya bahkan sudah memasuki masa panen. Seperti tanaman padi milik Marsuli, To, dan Nur yang semuanya merupakan warga Dusun Curahdamar.

Ironisnya, sebagian tanaman padi tersebut rencananya dipanen pada Senin (2/11). Namun, sebelum petani sempat memanen hasil tanamannya, luapan sungai lebih dahulu menerjang area persawahan.

Sukron, warga Desa Sidomulyo, mengatakan banjir datang dengan membawa material berupa lumpur, potongan kayu, dan sampah lainnya. Derasnya arus membuat tanaman padi yang sudah siap panen roboh dan tidak bisa diselamatkan. "Rencananya padi yang sudah menguning akan dipanen pada Senin (2/11). Namun, keduluan banjir yang datang. Sungai Garahan meluap dan membawa potongan kayu berukuran besar hingga menerjang persawahan," kata Sukron.

Dia menjelaskan, posisi lahan persawahan berada di tikungan sungai. Saat debit air meningkat, aliran sungai tidak lagi mengikuti jalur biasanya. Air justru meluap dan menerobos langsung ke area persawahan. "Ketika banjir datang, air sungai tidak lewat alurnya, tetapi langsung mengarah ke area persawahan yang ditanami padi," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Silo Iptu Wawan Sugianto mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak Minggu malam hingga Senin pagi mengakibatkan peningkatan debit air di sejumlah sungai di wilayah Kecamatan Silo. Salah satunya Sungai Garahan di Desa Sidomulyo. Luapan sungai tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan wisata PPG Garahan, tetapi juga menerjang lahan pertanian milik warga.

"Selain tempat pemandian di PPG Garahan, ada juga tanaman padi yang siap panen diterjang banjir. Akibatnya, tanaman tersebut tidak bisa dipanen karena luapan sungai menerjang persawahan milik warga," pungkas Wawan. (jum/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
jember news banjir Jember Jember Berita Jember