Targetkan 100 Ton Kopi Robusta, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Genjot Produktivitas!

Sidkin • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 08:15 WIB
(SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
(SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, kopi menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan perusahaan selain karet.

Tanaman kopi tersebar di sejumlah lahan perkebunan yang dikelola perusahaan di beberapa kecamatan. Pengelolaannya dilakukan secara organik, tanpa menggunakan pestisida maupun bahan kimia lainnya.

Menurut Gogot, pengelolaan kopi dilakukan secara mandiri sejak tahap pembibitan hingga menjadi produk siap jual.

Baca Juga: Gotong Royong Umat dan Masayarakat, Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Ambulu Jember Diresmikan!

Perusahaan telah memiliki mesin pengolahan sendiri untuk mendukung proses pascapanen, termasuk Mason Dryer yang digunakan untuk mengolah buah kopi menjadi bean. Setelah itu, biji kopi diproses menggunakan mesin roasting yang tersedia di pabrik.

“Mulai dari pembibitan, perawatan, pengolahan, pengepakan semua dilakukan secara mandiri. Karena kami sudah memiliki mesin pengolahan sendiri yang bisa memenuhi permintaan pasar,” jelasnya.

Dari proses tersebut, pihaknya menghasilkan sejumlah produk dengan kemasan dan jenis berbeda. Di antaranya kopi bubuk kemasan 150 gram, kopi saset 7 gram, serta roast bean kemasan 500 gram.

Perusahaan juga mengembangkan specialty robusta dan kopi lanang untuk menjangkau pasar penikmat kopi dengan kebutuhan yang beragam.

Baca Juga: Kemarau Panjang Berlanjut, Ratusan Hektare Tanaman Kopi Robusta di Gumitir Jember Kering

“Salah satunya mesin Mason (Mason Dryer) dari buah kopi yang sudah dipetik, menjadi bean dan termasuk kita produksi sendiri dengan mesin roasting yang ada di pabrik kami,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Nyoman Aribowo menyebut, produksi kopi tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 100 ton dari lima kebun yang dikelola.

Rerata dalam sehari, produksinya bisa mencapai 1-1,5 ton setiap kebun. Seluruh hasil panen jenis robusta tersebut diolah menjadi green bean atau kopi berasan sebelum dipasarkan.

“Kami ada lima kebun. Dari seluruh kebun yang dikelola Perumda, produksi tahun ini ditargetkan bisa sekitar 100 ton,” katanya.

Untuk meningkatkan produktivitas, BUMD ini juga menyiapkan perubahan pola pengelolaan kebun. Sistem tumpangsari kopi dan karet secara bertahap akan dikurangi dan diubah pada pengelolaan monokultur sesuai karakter masing-masing komoditas.

“Kuncinya ada di intensifikasi. Kami tidak mengejar luasan, tetapi produktivitas. Prinsipnya fokus, serius, benar. Sehingga hasilnya lebih maksimal,” jelasnya.

Selain mengembangkan produk sendiri, Perumda Kahyangan membuka kesempatan kerja sama dengan perguruan tinggi, sekolah, pelaku UMKM, hingga petani kopi.

Baca Juga: Adu Banteng Tiga Motor di Kalisat Jember! Satu Pelajar Tewas dan Dua Masuk Rumah Sakit

Mereka dapat mengajukan kunjungan edukasi ke kantor maupun lahan perkebunan, termasuk memanfaatkan fasilitas pengolahan yang dimiliki perusahaan.

Pengembangan usaha juga dilakukan melalui Kahyangan Cafe yang memiliki beberapa outlet di Jember.

Salah satu kafe berada bersebelahan dengan pabrik roasting sehingga pengunjung bisa melihat langsung proses pengolahan kopi. Di sisi pemasaran, Nyoman menyebut permintaan terhadap kopi Kahyangan masih terus mengalir.

"PR kami sekarang bukan pemasaran, tetapi bagaimana meningkatkan produktivitas kopi,” tegasnya. (kin/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember PDP Kahyangan Kopi jember