Diterjang Hujan Deras, Longsor di Darungan Jember Ancam Empat Rumah Warga

Sidkin • Dipublikasikan Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB
LONGSOR: Personel BPBD Jember bersama sejumlah pihak melakukan asesmen longsoran di Dusun Krajan, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, kemarin (29/10). (BPBD JEMBER)
LONGSOR: Personel BPBD Jember bersama sejumlah pihak melakukan asesmen longsoran di Dusun Krajan, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, kemarin (29/10). (BPBD JEMBER)

Radar Jember – Empat rumah warga di Dusun Krajan, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, terancam terdampak longsor.

Dari empat rumah tersebut, hunian milik Holili menjadi yang paling berpotensi terdampak. Puluhan jiwa yang tinggal di empat rumah tersebut perlu mewaspadai kemungkinan longsor susulan.

Longsor terjadi dua kali pada Rabu (28/10), setelah hujan berlangsung sekitar 10 jam pada Selasa (27/10).

Hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, kemarin (29/10), menunjukkan, longsoran memiliki panjang 35,4 meter; lebar 13,5 meter; dan tinggi 12,4 meter.

Baca Juga: Kuasai Enam Riwayat, Mahasiswi UIN KHAS Jember Juara I Qiraat Murottal Sab’ah

Kondisi tanah masih rawan karena ditemukan retakan dan bagian tanah yang menggantung.

Selain rumah Holili, tiga hunian lain yang berpotensi terdampak masing-masing milik Ponaji, Mislan Hadi, dan Nimon.

Rumah Ponaji dihuni enam jiwa, rumah Mislan Hadi enam jiwa, sedangkan rumah Nimon dihuni tiga jiwa.

Sementara itu, Holili tinggal bersama tiga anggota keluarga lainnya. Dengan demikian, total warga yang berpotensi terdampak mencapai 19 jiwa.

Baca Juga: Perkuat Layanan Digital, 50 Tendik UIN KHAS Jember Ikuti Pelatihan AI Bersertifikat BNSP

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo menyebut, kondisi tanah di lokasi masih perlu diwaspadai karena berpotensi memicu longsor susulan. Oleh karena itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun.

“Setelah kami lakukan asesmen, masih ada bagian tanah yang retak dan menggantung. Ini bisa mengakibatkan longsor susulan,” terangnya.

BPBD bersama perangkat Kecamatan Tanggul dan Desa Darungan memasang tiga lembar terpal berukuran 4 x 6 meter untuk menutupi area longsoran.

Langkah tersebut menjadi upaya awal untuk mengantisipasi dampak hujan terhadap tanah yang terbuka. 

“Kami merekomendasikan agar warga yang rumahnya berpotensi terdampak segera pindah sementara dari lokasi berbahaya,” imbuhnya.

Ancaman longsor tak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga akses penghubung antarkawasan. Retakan tanah berpotensi meluas hingga pondasi yang menopang jembatan komposit di sisi timur longsoran.

Jika kerusakan bertambah parah, akses transportasi darat warga di sejumlah RT di RW 03 bisa terputus.

Baca Juga: Tingkatkan Minat Baca Anak, Dispendik Jember Minta Sekolah Tata Perpustakaan Lebih Nyaman

Untuk menjaga mobilitas warga, masyarakat setempat secara swadaya membuat jalan alternatif dengan membongkar kandang ayam milik Holili.

BPBD juga merekomendasikan penanganan lanjutan kepada Dinas PUPR Jember agar berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Dinas PRKPLH direkomendasikan melakukan penanaman pohon sebagai penguat tanah di area longsoran. (kin.dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
BPBD Jember Jember longsor hujan deras