Radar Jember – Ujian bisa saja terhenti bukan karena siswa kesulitan menjawab soal, melainkan gara-gara listrik padam atau jaringan internet bermasalah.
Karena itu, persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tak cukup hanya memastikan peserta siap menghadapi soal, tetapi juga menjamin perangkat dan jaringan tetap berfungsi selama ujian.
Langkah antisipasi itulah yang dilakukan SMAN 2 Jember sebelum pelaksanaan TKA hari pertama, kemarin (26/10).
Sekolah yang berada di Jalan Jawa tersebut memilih moda semi daring atau semi online, bukan daring penuh. Dalam skema ini, internet digunakan untuk sinkronisasi server dan mengunduh paket soal sebelum ujian, kemudian kembali diperlukan untuk mengunggah jawaban setelahnya.
Baca Juga: Utang Judol Rp 80 Juta Diduga Jadi Motif Perampokan Toko Emas Murni Jember
Selama ujian berlangsung, soal didistribusikan melalui jaringan lokal dari server sekolah ke komputer peserta sehingga proses pengerjaan tidak sepenuhnya bergantung pada koneksi internet.
Sementara pada moda full online, setiap komputer peserta ujian wajib terhubung langsung secara real-time ke server pusat sepanjang tes berlangsung.
Sehingga membutuhkan koneksi internet berkecepatan tinggi yang sangat stabil. Apabila ada kendala listrik maupun internet, itu akan berdampak pada pelaksanaan TKA.
Kepala SMAN 2 Jember Yuswita Sari mengatakan, pada TKA tahun kedua ini, pihaknya menyiapkan sarana prasarana yang lebih optimal. Sekolah menyiapkan enam ruangan dengan masing-masing 20 unit komputer.
Baca Juga: Polisi Ungkap Dugaan Motif Perampokan Toko Emas Jember, Tersangka Terlilit Utang
Total ada 120 perangkat yang disiapkan untuk melayani 384 peserta TKA. Persiapan itu memungkinkan SMAN 2 Jember mengikuti satu gelombang ujian, yakni pada 26–29 Oktober 2026 dengan tiga kali sesi setiap hari.
Antisipasi juga dilakukan terhadap dua hal yang berpotensi mengganggu ujian, yakni pasokan listrik dan koneksi internet.
Pihak sekolah telah mengirim surat kepada PLN agar tidak ada pemadaman listrik di wilayah sekolah selama pelaksanaan TKA. Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan genset sebagai bagian dari antisipasi.
"Sebelumnya kami sudah melayangkan surat ke PLN memohon agar tidak ada pemadaman listrik. Begitu juga bersurat kepada rekanan yang memberikan jasa layanan internet," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Tak hanya sarpras, persiapan siswa juga berjalan beriringan. Sejak Agustus, sekolah menggelar bimbingan belajar khusus TKA setiap Jumat pada jam pertama dan kedua. Itu disertai try out lebih dari tiga kali. Siswa juga mendapat penguatan mental dan spiritual melalui istigasah bersama.
"Alhamdulillah secara teknis tidak ada kendala. Ruangan dan sarana kami siap. Kelistrikan dan jaringan internet juga aman. Siswa juga bisa mengerjakan dengan nyaman," katanya.
Baca Juga: Masa Lalu Keluarga Terduga Perampok Toko Emas Jember, Ayahnya Diduga Pernah Bangkrut
Di SMAN Balung, sekolah juga memilih online atau full daring. Humas SMAN Balung Junaidi Machfud mengatakan, persiapan TKA telah dijalankan jauh hari. Pihaknya menyiapkan dengan jaringan nternet dedicated.
Artinya layanan koneksi internet yang menyediakan jalur khusus (eksklusif) dan bandwidth utuh tanpa harus berbagi dengan pengguna lain. "Pada hari pertama ini, alhamdulillah tidak ada kendala listrik. Untuk antisipasi kami sudah menyiapkan genset dan jaringan internet dedicated," katanya.
Sementara itu, Pengawas Sekolah Ahli Utama Dinas Pendidikan Cabang Jember Ponadi mengatakan, pelaksanaan dan pengawasan TKA telah diatur sesuai petunjuk teknis dari pemerintah pusat dan cabang dinas.
Pengawas sekolah juga menjalankan monitoring dan evaluasi untuk memastikan kegiatan berlangsung sesuai ketentuan. "Pengawas sekolah memang monev pelaksanaan TKA ini. Harapannya ini berjalan lancar dan anak-anak bisa menyelesaikan dengan baik dan prestasinya bisa meningkat," pungkasnya. (kin/nur)
JADWAL TKA SMA/SMK SEDERAJAT 2026
- Jadwal Nasional:
- Pelaksanaan Utama: 26 Okt - 8 Nov 2026
- Gelombang 1: 26 - 29 Okt 2026
- Gelombang 2: 2 - 5 Nov 2026
- Pengumuman hasil: 23 Des 2026 - Rincian Materi per Hari (Gelombang 1):
Siswa ujian 4 hari berturut-turut, 1 mapel per hari:
- Hari 1 - Senin, 26 Okt: Bahasa Indonesia Wajib & Literasi Membaca 75 menit + Survei Karakter 25 menit
- Hari 2 - Selasa, 27 Okt: Bahasa Inggris Wajib 75 menit + Survei Lingkungan Belajar 25 menit
- Hari 3 - Rabu, 28 Okt: Matematika Wajib & Numerasi 75 menit
- Hari 4 - Kamis, 29 Okt: 2 Mata Pelajaran Pilihan @60 menit
Sumber: Pusmendik Kemendikdasmen RI.
Editor : Imron Hidayatullahh