Pertalite Langka di Jember, Warga Wuluhan Terpaksa Dorong Motor demi Antar Anak Sekolah

Jumai RJ • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 05:00 WIB
DORONG MOTOR: Malik yang hendak mengantar anaknya sekolah di MI Darussolah terpaksa mendorong motornya karena kehabisan bensin pada Senin (19/10) kemarin pagi. (JUMAI/RADAR JEMBER)
DORONG MOTOR: Malik yang hendak mengantar anaknya sekolah di MI Darussolah terpaksa mendorong motornya karena kehabisan bensin pada Senin (19/10) kemarin pagi. (JUMAI/RADAR JEMBER)

RADAR JEMBER – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Jember masih memprihatinkan.

Permasalahan ini diduga bukan lagi sekadar keterlambatan pengiriman pasokan dari Pertamina Banyuwangi ke SPBU, melainkan BBM jenis tersebut yang memang sudah sangat sulit didapatkan, bahkan di tingkat pedagang eceran.

Kondisi ini memicu keresahan warga, khususnya para orang tua yang setiap hari harus mengantar anak mereka pergi ke sekolah.

Baca Juga: Yang Penting Dapat! Warga Jember Pasrah Beli BBM Eceran meski Harganya Melonjak

Satu di antaranya dialami Malik, warga Kecamatan Wuluhan. Ia terpaksa mendorong sepeda motor Honda Vario miliknya setelah kehabisan BBM saat hendak mengantar putri kecilnya yang bersekolah MI Darussolah, Tegalbesar.

Sambil menuntun motor, Malik dan putrinya harus berjalan kaki menyusuri jalan raya di Dusun Pondoklalang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.

"Sejak perjalanan dari rumah sampai motor kehabisan BBM ini tidak melihat pedagang eceran yang berjualan. Yang terlihat hanya botolnya saja," ujar Malik.

Perjalanan Malik dari Wuluhan hingga menemukan penjual BBM eceran memang terbilang sulit. Beruntung, setelah berjalan cukup jauh, ia berpapasan dengan pedagang eceran yang baru saja tiba di lokasi jualan.

Keberadaan penjual eceran tersebut menjadi penyelamat, sebab jarak menuju SPBU terdekat masih cukup jauh.

Baca Juga: Antrean BBM Tak Kunjung Usai, Pemkab Jember Kembali Berlakukan Kebijakan WFH ASN

"Beruntung masih ada yang jualan, sehingga anak saya tidak terlambat masuknya," pungkas Malik.

Pengalaman serupa dialami Karibet (67), warga Dusun Langon, Desa/Kecamatan Ambulu. Kakek yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio itu sedang berkendara dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di depan klinik Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, motornya mendadak mati total.

Rasa panik menyelimutinya. Karibet langsung membuka jok motor dan memeriksa tangki bensinnya yang ternyata telah kosong.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember di lapangan, kelangkaan BBM Pertalite ini benar-benar telah meresahkan dan menyulitkan aktivitas harian warga masyarakat. (jum/bud)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Pertalite langka bensin eceran bbm langka antrean spbu antrean BBM Jember