Melalui Jember Cinta Kesehatan, Pemkab Buka Pengobatan Gratis Pasien Luar Daerah

Maulana RJ • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 12:00 WIB
LAYANAN DASAR: Jajaran pemkab saat meninjau salah satu pasien di RSD dr Soebandi Patrang, (17/10). (DOK. DISKOMINFO)
LAYANAN DASAR: Jajaran pemkab saat meninjau salah satu pasien di RSD dr Soebandi Patrang, (17/10). (DOK. DISKOMINFO)

Radar Jember - Pemerintah daerah menargetkan perluasan pelayanan di bidang kesehatan.

Tak cukup hanya mengandalkan Universal Health Coverage (UHC), Pemkab Jember kini memburu warga yang luput dari akses medis lewat program bakti sosial "Jember Cinta Kesehatan" di RSD dr. Soebandi, (17/10).

Program ini membidik 10 ribu penerima manfaat hingga akhir Desember 2026. Menariknya, porsi bantuan medis ini tak hanya dipatok untuk warga lokal, tetapi juga memfasilitasi pasien dari luar Kabupaten Jember.

Baca Juga: Realisasi Rumah Subsidi Jember Tertinggi se-Jatim, Bupati Gus Fawait Pastikan Tata Ruang Aman

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa jaminan pembiayaan UHC sering kali tumpul jika tidak diimbangi dengan aksi intervensi langsung.

Banyak warga di akar rumput yang sebetulnya menanggung penderitaan sakit, namun minim informasi atau terkendala akses fisik untuk berobat.

"Selain UHC, pengobatan gratis perlu dilengkapi kegiatan bakti sosial seperti ini. Masih ada masyarakat yang belum tahu atau belum bisa mengakses pelayanan secara normal. Tugas kami menjangkau mereka," katanya, di sela-sela peninjauan di RSD dr. Soebandi, (17/10).

Kegiatan bakti sosial ini dijadwalkan maraton hingga penghujung tahun. Deretan layanan medis intensif disiapkannya, mulai dari operasi kelainan bawaan, operasi katarak, hingga penanganan spesialis kebidanan dan kandungan.

Pemkab juga menyiagakan armada pendukung Home Care dan Mobil Cinta demi menjangkau pasien berisiko tinggi di pelosok desa.

Baca Juga: Penyaluran Bansos Pemkab Jember Disorot DPRD, Bupati Gus Fawait Tegaskan Bebas Kepentingan Politis

Dalam aksi perdana di RSD dr. Soebandi, tim medis memfokuskan penanganan pada belasan pasien kelainan bawaan yang lolos skrining ketat.

Di antaranya, enam pasien operasi bibir sumbing dan celah langit-langit—satu di antaranya dirujuk jauh dari Kabupaten Probolinggo. Selain itu, terdapat tiga pasien dengan kelainan alat genitalia serta tiga pasien kelainan anggota gerak (ekstremitas).

Ketua Panitia Bakti Sosial, dr. Ulfa Elfiah, menggarisbawahi pentingnya penanganan khusus bagi pasien kelainan bawaan yang kerap menghadapi keterbatasan fisik.

Ia menyebutkan, kelengkapan fasilitas medis dan kesiapan dokter spesialis di RSD dr. Soebandi menjadi modal utama untuk memosisikan Jember sebagai benteng utama pusat rujukan kesehatan di wilayah timur Jatim.

"Kami berharap tindakan medis ini memulihkan fisik sekaligus memberi kehidupan yang lebih baik, keterimaan sosial, dan masa depan yang cerah bagi anak-anak ini," imbuh Ulfa. (mau/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
homecare Jember Cinta Kesehatan (JCK) mobil cinta Pemkab Jember gus fawaid