Radar Jember - Lamanya antre BBM di SPBU, membuat sebagian pedagang eceran menaikkan harga dari biasanya.
Hampir rata-rata bbm Pertalite di pedagang eceran sudah dijual Rp 13.000 perliter. Hal ini karena antrenya yang susah dan lama, sehingga menaikkan harga dari biasanya.
Menurutnya, harga Rp 13 ribu kurang pas. Namun, karena antrean untuk mendapatkan BBM cukup menyita waktu alias antre lama.
Baca Juga: Antrean BBM Tak Kunjung Usai, Pemkab Jember Kembali Berlakukan Kebijakan WFH ASN
"Sebenarnya tidak enak harganya dinaikkan, karena antreannya lama maka saya terpaksa menaikkan harganya," kata pedagang eceran di Kecamatan Jenggawah.
Moch Romli, pengendara sepeda motor asal Ajung menyadari pedagang eceran menaikkan harga.
“Yang penting masih wajar dan yang penting di pedagang eceran masih ada. Apalagi antrean hampir di seluruh SPBU juga panjang, bahkan yang antre rela berpanas- panasan,” katanya.
Dia berharap agar antrean di SPBU yang ada di Jember segera normal kembali. Jika tidak, maka akan banyak merugikan warga.
“Kalau terus-menerus antre, kasihan orang yang mau kerja atau perlu antar jemput anak sekolah. Kalau habis di jalan, bisa berjam-jam baru dapat BBM,” jelasnya.
Baca Juga: Di Tengah Antrean BBM Mengular, Kebiasaan Ngontel ke Sekolah di Jember Kembali Dilirik
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak pedagang eceran yang tidak menjual Pertalite maupun Pertamax. Alasannya sama, antre di SPBU butuh waktu lama dan hampir terlihat di seluruh SPBU.
Meskipun persediaan Pertamax di setiap SPBU, banyak yang tidak jual. Hanya sebagian pedagang eceran yang berjualan Pertamax. itupun karena ada modal untuk membeli Pertamax. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh