Radar Jember – Kompetisi Liga Santri Jawa Timur 2026 Piala Gus Bupati Jember memasuki fase krusial.
Setelah babak 32 besar digelar di empat lapangan desa yang tersebar di Balung, Jenggawah, Kalisat, dan Sukowono, persaingan kini berlanjut ke babak 16 besar di Stadion Notohadinegoro Jember.
Sebanyak 32 tim dari pondok pesantren mengawali kompetisi sejak 11 Oktober lalu dengan membawa ambisi untuk melangkah sejauh mungkin.
Meski para pemainnya berasal dari lingkungan pondok pesantren, kemampuan mereka mengolah si kulit bundar tak bisa dipandang sebelah mata. Keterampilan individu, kerja sama tim, hingga semangat saat bertanding menjadi bagian menarik dari kompetisi ini.
Baca Juga: WFH ASN Jadi Upaya Jember Tekan Antrean BBM, Distribusi Masih Jadi Sorotan
Permainan para santri pun menunjukkan bahwa kualitas mereka mampu bersaing dengan pemain di liga pelajar maupun kompetisi sepak bola usia muda lainnya.
Babak 16 besar berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat. Dari rangkaian pertandingan tersebut, enam tim telah memastikan tempat di delapan besar, yakni PP Al Azhar Jember, PP Raudlatus Syabab, PP Miftahul Ulum, PP Raudlatul Jannah, PP Darussa'adah, serta PP Al Ihsan Darul Hikam.
Dua tiket lainnya masih diperebutkan dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Notohadinegoro Jember, kemarin (16/10).
Exco PSSI Jember Zainul Arifin menyebut Liga Santri menjadi ruang bagi para pemain pesantren untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi.
Baca Juga: Pemkab Jember Ingin Urai Antrean BBM di SPBU, WF ASN Kembali Diterapkan
Ajang ini juga mempertemukan tim-tim dari berbagai pondok pesantren dalam atmosfer pertandingan yang kompetitif.
"Para santri memiliki kesempatan menunjukkan bahwa kegiatan di pesantren dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan. Dan itu mereka tunjukkan di Liga Santri kali ini," katanya.
Setelah babak 16 besar, seluruh pertandingan perempat final hingga final akan digelar di Stadion Notohadinegoro Jember.
Persaingan diperkirakan semakin ketat karena setiap tim yang tersisa harus menjaga konsistensi permainan demi mengamankan langkah menuju partai puncak.
"Babak 16 ini lebih ketat dan sengit. Karena mereka sama-sama menargetkan untuk bisa lolos hingga babak final," pungkasnya. (kin/dwi)
Top of Form
Bottom of Form
Editor : Imron Hidayatullahh