RADAR JEMBER - Kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember pada Jumat, 16 Oktober 2026, dan Senin, 19 Oktober 2026, menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk membantu mengurangi kepadatan kendaraan di tengah antrean panjang SPBU.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menjelaskan, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu upaya pemulihan distribusi dan penjualan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan menghadapi kendala antrean di sejumlah SPBU.
Keputusan ini diambil setelah antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM menjadi perhatian di Jember maupun sejumlah daerah lainnya.
Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya mengambil peran dalam penanganan situasi tersebut, meskipun distribusi BBM merupakan kewenangan utama Pertamina.
Salah satu langkah yang dipilih adalah mengurangi mobilitas pegawai pemerintah melalui pengaturan pola kerja selama dua hari.
"Kami pemerintah kabupaten memutuskan untuk hari Jumat minggu ini, kemudian hari Senin minggu depan untuk para ASN Kabupaten Jember kami putuskan untuk work from home, untuk bekerja dari rumah," ujar Gus Fawait dalam keterangannya, Jumat (16/10).
Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Jember berharap aktivitas perjalanan ASN dapat berkurang sehingga turut membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan, termasuk di sekitar SPBU.
Gus Fawait berharap langkah pemerintah daerah itu dapat mendukung upaya Pertamina dalam mengembalikan kelancaran penjualan BBM kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan bisa membantu Pertamina untuk memulihkan kembali distribusi BBM dan penjualan BBM di SPBU-SPBU Kabupaten Jember," tambahnya.
Menurut Gus Fawait, penanganan kondisi tersebut membutuhkan perhatian berkelanjutan agar perkembangan di lapangan dapat terus dipantau.
Pemkab Jember juga membuka ruang pembahasan bersama para ahli dan pihak Pertamina untuk mengevaluasi langkah yang telah dilakukan serta mempertimbangkan upaya lanjutan sesuai kebutuhan.
Pemerintah daerah berharap situasi penjualan BBM dapat segera membaik, sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi antrean panjang saat mendatangi SPBU.
Gus Fawait pun menyampaikan harapannya agar kondisi distribusi dan penjualan BBM kembali normal, baik di Jember maupun secara nasional.
"Mudah-mudahan penjualan BBM di Jember maupun di Indonesia secara umum mudah-mudahan kembali normal," pungkas Gus Fawait.
Kebijakan WFH bagi ASN tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan Pemkab Jember untuk membantu mengurangi mobilitas kendaraan selama kondisi antrean SPBU masih menjadi perhatian.
Adapun dampak penerapan kebijakan ini terhadap kepadatan lalu lintas dan kelancaran penjualan BBM masih perlu dilihat melalui pemantauan kondisi di lapangan.
Penulis : Muhammad Rohman Setiawan
Editor : M. Ainul Budi