Radar Jember – Ratusan pebulu tangkis usia pembinaan secara resmi mengikuti Kejurkab Bulu Tangkis di GOR Argopuro, kemarin (15/10).
Event tahunan tingkat Kabupaten Jember pada tahun ini rupanya punya misi khusus. Yaitu memantau perkembangan atlet yang disiapkan di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim.
Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jember, Ainur Rofiq mengatakan, Kejurkab ini event yang wajib digelar PBSI di seluruh daerah.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Forprov III Jatim 2026, Jember Matangkan Persiapan dan 19 Venue
Ajang kompetisi bergengsi tingkat kabupaten tersebut juga menjadi langkah PBSI untuk melakukan pembinaan.
Namun, untuk Kejurkab tahun ini ada misi tersirat. Yaitu memantau perkembangan atlet bulu tangkis yang disiapkan di Popda Jatim.
“Jadi ada kami di PBSI mendapatkan dua kuota di Popda. Satu atlet dan satu official. Sementara, lima atlet lewat jalur mandiri di Popda,” terangnya.
Enam atlet bulu tangkis Popda Jember ini, tambah dia, juga tampil di Kejurkab yang berlangsung mulai 15 – 18 Oktober di GOR Argopuro. Sehingga, kejurkab ini sekaligus menjadi ajang asah kemampuan pebulutangkis Popda.
Berkaitan dengan Popda Jatim yang digelar di Ngawi 6 November mendatang, pihaknya tidak mematok target medali.
Baca Juga: Pemanah Jember Rafif Raih Medali Emas Kejurnas 2026, Jadi Modal Porprov Jatim
Sebab, kata dia, satu atlet yang diproyeksikan ikut Popda, justru tidak ikut karena berbarengan dengan agenda bulu tangkis tingkat nasional.
“Jadi satu atlet bulu tangkis yang mendapatkan jatah kuota itu target dari kami mendapatkan perak. Tapi berbarengan dengan agenda lain, maka atlet tersebut diganti,” tuturnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh