Konflik Timur Tengah Membara, Kemenhaj Jember Imbau Jamaah Umrah Tetap Tenang

M Adhi Surya • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:30 WIB
“Jemaah diharapkan tetap tenang dalam menjalankan ibadah, tidak banyak keluar, serta selalu berkomunikasi dengan pihak travel untuk mendapatkan informasi terbaru agar bisa segera merespons jika ada perkembangan.”
NUR SHOLEH, Kepala Kemenhaj Jember. (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
“Jemaah diharapkan tetap tenang dalam menjalankan ibadah, tidak banyak keluar, serta selalu berkomunikasi dengan pihak travel untuk mendapatkan informasi terbaru agar bisa segera merespons jika ada perkembangan.” NUR SHOLEH, Kepala Kemenhaj Jember. (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Perkembangan konflik di Timur Tengah membuat perjalanan ibadah umrah menjadi perhatian serius.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jember mengimbau jemaah asal Jember yang berada di Tanah Suci agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Kepala Kemengaj Jember, Nur Sholeh, meminta jamaah tetap menjalankan ibadah dengan tertib sembari mengikuti arahan dari biro perjalanan masing-masing. Imbauan ini menyusul kabar serangan di Riyadh, Arab Saudi.

Baca Juga: Pencegahan Karhutla di Jember, Akademisi Unmuh Minta Pemkab Benahi Tata Kelola Lingkungan

Berdasarkan informasi Humas Kemengaj RI, terdapat 37 jemaah asal Indonesia di Riyadh, tetapi mereka tidak berada di lokasi saat insiden terjadi.

“Jemaah diharapkan tetap tenang dalam menjalankan ibadah, tidak banyak keluar, serta selalu berkomunikasi dengan pihak travel untuk mendapatkan informasi terbaru agar bisa segera merespons jika ada perkembangan,” ujarnya.

Nur Sholeh menyampaikan, sejauh ini belum ada laporan jemaah asal Jember yang terdampak langsung akibat situasi tersebut. Pihaknya telah berkomunikasi dengan kelompok penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk memantau kondisi di lapangan.

Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dapat berubah sewaktu-waktu. Dia menjelaskan, kantor kementerian tidak memiliki data lengkap mengenai jumlah dan identitas jemaah umrah asal Jember yang sedang berada di Arab Saudi.

Sebab, pemberangkatan umrah dilakukan oleh biro perjalanan, berbeda dengan penyelenggaraan ibadah haji yang dikoordinasikan pemerintah.

Baca Juga: Penyaluran Bansos Pemkab Jember Disorot DPRD, Bupati Gus Fawait Tegaskan Bebas Kepentingan Politis

“Jemaah umrah itu tidak diberangkatkan langsung oleh Kementerian Haji, tetapi oleh pihak travel. Sehingga ada berapa dan siapa saja itu tidak ada data secara resmi, secara jelas yang ada di kami,” katanya.

Meski tidak memiliki data menyeluruh, Nur Sholeh memastikan ada jemaah asal Jember yang saat ini tengah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Koordinasi dengan penyelenggara perjalanan terus dilakukan agar informasi mengenai kondisi jemaah dapat diperbarui.

Dia berharap jemaah maupun keluarga di Tanah Air tetap mengutamakan informasi resmi dan tidak langsung mempercayai kabar yang beredar di media sosial. Selain kondisi jemaah, penyesuaian perjalanan udara juga menjadi perhatian.

Nur Sholeh menyebut pihaknya menerima informasi mengenai salah satu biro perjalanan yang mengubah rute penerbangan. Langkah tersebut dilakukan dengan memilih penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah, tanpa transit di sejumlah wilayah yang dinilai berisiko.

“Ini memang sempat ada penerbangan yang akhirnya ganti rute dan yang aman itu adalah penerbangan direct. Jadi penerbangan langsung, tidak transit ke Oman ataupun Qatar. Tetapi langsung ke Jeddah atau Madinah itu lebih aman,” ungkapnya.

Menurut dia, koordinasi dengan pemerintah pusat dan biro perjalanan terus dilakukan untuk mengikuti perkembangan terbaru, termasuk informasi yang disampaikan melalui kanal resmi kementerian dan grup koordinasi.

Nur Sholeh mengingatkan calon jemaah yang akan berangkat dalam waktu dekat agar tidak panik dan menunggu informasi resmi dari biro perjalanan.

Baca Juga: DPRD Soroti Soal Antrean SPBU Meluas di Jember, Pola Komunikasi Pertamina Dinilai Buruk

Masyarakat juga diminta cermat memilih penyelenggara umrah dengan memastikan legalitas, kredibilitas, serta kesiapan jaringan layanan di bandara, Madinah, dan Makkah.

Dengan begitu, jemaah diharapkan dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang jelas sekaligus tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan ibadah. (dhi/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember jemaah umrah konflik timur tengah Kemenhaj