Radar Jember - Kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian ekonomi.
Tidak sekadar mengatur pengeluaran, literasi finansial juga membantu anak muda menentukan prioritas, menyusun perencanaan keuangan, dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.
Pentingnya pengelolaan keuangan tersebut menjadi salah satu materi dalam seminar bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej), Minggu (11/10).
Baca Juga: Banyak Aduan Soal MBG di Jember, Gus Fawait Bawa Masalah SPPG ke BGN
Dalam kegiatan itu, mahasiswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
Perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember, Vidia Yunita, menyampaikan bahwa pemahaman finansial perlu ditanamkan sejak usia muda agar generasi muda mampu mengelola uang secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kami berharap generasi muda dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan sejak dini sebagai bekal untuk membangun kemandirian finansial,” ujarnya.
Bagi mahasiswa, kemampuan mengelola keuangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menetapkan anggaran, serta menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan finansial.
Kebiasaan tersebut membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa mengabaikan perencanaan masa depan.
Baca Juga: Hindari Antrean SPBU di Jember, Warga Pasrah Beli Pertalite Eceran Rp 13 Ribu per Liter
Pemahaman finansial, tambah dia, juga penting untuk mendorong mahasiswa lebih cermat dalam mengambil keputusan ekonomi.
“Dengan perencanaan yang baik, uang yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara lebih efektif, sekaligus mengurangi risiko pengeluaran yang tidak terkendali,” terangnya.
Selain untuk kebutuhan pribadi, literasi finansial menjadi bekal bagi mahasiswa yang ingin merintis usaha.
Pemahaman mengenai pengelolaan modal, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, serta perhitungan risiko dapat membantu calon pelaku usaha mengambil keputusan secara lebih terukur. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh