Radar Jember – Pengguna jalan yang melintas di jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember, diminta meningkatkan kewaspadaan. Selain banyak pohon yang kondisinya lapuk di sepanjang jalan nasional penghubung Jember–Banyuwangi, kawasan tersebut juga memiliki titik rawan longsor, terutama menjelang musim penghujan.
Terbaru, pohon jenis bendo milik Perhutani tumbang di KM 33, Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, kemarin (13/10) sekitar pukul 11.10. Pohon berdiameter sekitar 50 sentimeter dengan panjang 15 meter itu melintang hingga menutup badan jalan dan sempat menghambat arus lalu lintas dari kedua arah.
Beruntung, saat pohon yang berada di atas tebing tersebut tumbang, tidak ada kendaraan yang melintas di lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Pohon tersebut diketahui sudah berlubang pada bagian tengah batangnya. Kondisi itu, ditambah angin kencang yang melanda kawasan Gumitir, diduga menjadi faktor yang menyebabkan pohon tumbang.
Baca Juga: Banyak Aduan Soal MBG di Jember, Gus Fawait Bawa Masalah SPPG ke BGN
Lokasi kejadian tidak jauh dari titik retakan jalan sepanjang sekitar 30 meter di sebelah timur pemancar TVRI. Kondisi tersebut menambah perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan yang melintasi jalur berkelok dengan kontur perbukitan itu.
Sebelumnya, pohon jenis rimba campur milik Perhutani juga tumbang di jalur Gumitir pada Minggu (13/9) sekitar pukul 21.30. Kejadian tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas Jember–Banyuwangi macet total.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember Ipda Sujatmikho mengatakan, petugas mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya pohon tumbang. Saat tiba di lokasi, pohon telah menutup sebagian akses jalan sehingga kendaraan dari arah Jember maupun Banyuwangi tidak dapat melintas dengan leluasa.
“Pohon yang tumbang di jalur Gumitir, tepatnya di KM 33, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, sempat menghambat arus lalu lintas. Pohon yang berada di bagian tebing jalan itu menutup akses kendaraan,” ujarnya.
Proses evakuasi dilakukan dengan memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin. Penanganan melibatkan anggota Polsek Silo, petugas Perhutani, dan Relawan Gumitir.
Baca Juga: Hindari Antrean SPBU di Jember, Warga Pasrah Beli Pertalite Eceran Rp 13 Ribu per Liter
Selama proses evakuasi, jalur ditutup sementara untuk memastikan keselamatan petugas dan pengguna jalan. Setelah pemotongan dan pembersihan batang pohon selesai, arus lalu lintas dari kedua arah kembali lancar.
Kanitlantas Polsek Silo Aiptu Dwi Cahyo Utomo membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, kondisi sejumlah pohon di sepanjang jalur Gumitir perlu diwaspadai, terlebih saat angin kencang melanda kawasan tersebut.
Dia mengimbau pengendara agar berhati-hati ketika melintas, khususnya saat cuaca buruk. Pengendara disarankan mencari tempat yang aman apabila terjadi angin kencang dan menghindari berhenti di bawah pohon besar.
Ancaman Longsor Juga Perlu Diwaspadai
Selain ancaman pohon tumbang, kondisi lereng dan badan jalan di kawasan Gumitir juga perlu mendapat perhatian menjelang musim penghujan. Retakan jalan di sekitar KM 33, dekat pemancar TVRI, menjadi salah satu titik yang perlu diantisipasi karena air hujan yang masuk ke celah retakan dikhawatirkan memperburuk kondisi tanah dan jalan.
BPBD Kabupaten Jember sebelumnya telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi keretakan jalan tersebut. “Upaya mitigasi menjelang musim hujan juga mencakup penanganan sementara pada retakan serta perempesan vegetasi di sekitar lokasi,” ucap Edy Budi Susilo, Kepala BPBD Jember.
Baca Juga: SPBU Diserbu Pedagang Eceran, Antrean Panjang BBM di Jember Kapan Berakhir?
Dia juga menyampaikan, jalur Gumitir termasuk daerah rawan tanah longsor dan pohon tumbang. Oleh karena itu, saat musim angin kencang yang biasanya terjadi saat pergantian musim akan meningkatkan pohon tumbang. “Oleh karena itu pengguna jalan saya himbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Gumitir,” terangnya.
Pihaknya menambahkan, pengguna jalan diimbau memperhatikan kondisi cuaca dan situasi di sepanjang perjalanan. Jika hujan deras atau angin kencang terjadi, pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak berhenti di dekat pohon besar maupun tebing yang berpotensi mengalami longsor. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh