Radar Jember - Pengiriman BBM dari Banyuwangi lancar, tetapi masih saja terjadi antrian panjang hampir di seluruh SPBU yang ada di Jember. Dengan kondisi ini, warga semakin terlihat panik, hingga antri untuk membeli BBM.
Di beberapa SPBU yang ada di kota juga masih terus terjadi antrian. Seperti SPBU Gajah Mada, SPBU Sabtuan Jalan Basuki Rahmat, SPBU A Yani, SPBU Gebang, SPBU Jalan Cendrawasih.
Beberapa SPBU tersebut masih saja antri, pengendara rata-rata antri untuk membeli Pertalite. Antrian panjang di SPBU dalam kota itu hanya untuk keperluan buat kerna bukan untuk dijual kembali. Tetapi beda dengan antrian panjang di SPBU pinggiran seperti Jenggawah. Hampir setiap pagi hingga siang terjadi antrian.
Pengendara roda dua dan roda empat yang rata-rata pedagang eceran rela antri sejak dinihari. Meskipun petugas belum melayani tetapi mereka sudah antre.
Baca Juga: Gali Potensi Robusta dan Liberika, Pemkab Jember Siapkan Branding Surga Kopi
Rata-rata yang antre adalah pedagang eceran menggunakan motor Vixion, Thunder, CBR dan motor matic. Sementara antrian roda empat hingga memanjang ke arah selatan jurusan Ambulu.
Roda dua dan empat yang antre sejak pagi adalah pedagang eceran. Sementara warga yang memang murni untuk motornya sendiri bisa dihitung dengan jari. Antrean roda dua hingga mengular mulai dari jalan hingga di halaman SPBU.
Agar pengendara tidak memanjang di jalan raya, ada RT setempat yang membantu mengatur antrean tersebut. Hal ini agar tidak menutup pintu keluar maka antrean dipindah ke dalam.
Yanto, 45, warga Dusun Patemon, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung ini menyebut pembelian BBM Pertalite cukup sulit.
“Tidak seperti biasanya, sekarang kalau siang sedikit antrenya sudah panjang. Mirip saat BBM langka akibat jalur Gumitir ditutup. Padakal pengiriman lancar dan gumitir tidak ada penutupan. Tetapi sekarang yang banyak antri itu pedagang eceran,” katanya.
Baca Juga: Tembus 193 Ribu Ton, Serapan Gabah Bulog Jember Melampaui Target Tahunan 2026
Hal senada juga disampaikan Rahmatullah, warga Kemuningsari Kidul, Jenggawah agar bisa dapat Pertalite harus berangkat pagi. Ternyata di Pom sudah banyak yang antri dan sudah panjang.
"Saya datang ke SPBU untuk persiapan buat kerja bukan untuk dijual lagi. Itupun juga harus antri lama karena sudah banyak yang datang lebih pagi," katanya.
Keluhan antrean di SPBU Jenggawah bukan hanya warga sekitar, tetapi banyak dirasakan pengendara roda dua dan empat yang datang. Ini karena yang antre juga banyak dilakukan pedagang eceran.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, antrian roda dua hingga berjajar dua itu hingga memanjang dan memutar. Tetapi kalau ada mobil umum dan bukan pedagang diminta untuk dilayani dulu. Antrean hingga panjang kendaraan roda dua dan empat terjadi beberapa hari.
Yang antre hanya untuk membeli bbm Pertalite. Kalau Pertamax tidak antre. Di lokasi, juga terlihat ada pengendara roda ketika melihat antrean panjang memilih beli Pertamax.
Saat ditanya, dirinya tidak mau ikut antre terlalu lama dan takut tidak kebagian Pertalit. Sehingga terpaksa beli Pertamax walau harganya lebih mahal. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh