Radar Jember - Pemerintah daerah kembali menggaungkan ambisinya untuk mentasbihkan diri sebagai 'Jember Surga Kopi Indonesia'.
Wacana yang sempat terlontar dari Bupati Jember Muhammad Fawait beberapa bulan pascalantikan ini kembali mengemuka seiring langkah memperkuat branding komoditas unggulan daerah.
Di tengah moncernya komoditas tembakau cerutu hingga edamame yang sukses menembus pasar ekspor, potensi kopi Jember terbilang melimpah. Hasil panen kopi—mayoritas jenis robusta—tersebar luas di lereng Pegunungan Argopuro hingga Pegunungan Gumitir.
Baca Juga: Pantau Revitalisasi TK Hevea di Silo, Gus Fawait Minta Warga Laporkan Sekolah Rusak
Pemkab Jember kini mendorong anak perusahaannya, Perumda Perkebunan (PDP) Kahyangan, untuk mengeksekusi strategi hilirisasi demi mewujudkan ambisi tersebut.
Direktur Umum dan Keuangt Perumda Perkebunan Kahyangan Jember, Dima Akhyar, menegaskan bahwa kunci utama dari branding 'Surga Kopi Indonesia' terletak pada optimalisasi hilirisasi dan penganekaragaman produk.
Langkah ini dilakukan dengan memadukan produk kopi bersama komoditas unggulan Jember lainnya.
"Upayanya adalah mengoptimalkan di antaranya hilirisasi, penganekaragaman produk. Termasuk memadukan produk-produk kopi dengan produk lain yang menjadi unggulan Jember, seperti tembakau yang hilirisasinya dalam bentuk cerutu," kata Dima, saat ditemui, (5/10).
Baca Juga: Rasionalkan Target PAD 2027, Bupati Gus Fawait Ogah Naikkan Tarif Pajak Warga
Dima cukup pede bahwa produk kopi Jember memiliki karakter khas yang siap bersaing di pasar nasional hingga internasional, didukung komoditas ekspor lain seperti edamame dan okra.
"Produk PDP tidak hanya untuk lokal, tapi juga diambil oleh pihak-pihak di luar Jember. Ketika ada event nasional maupun internasional, kita perkenalkan kopi Jember karena punya kekhasan, terutama kopi robustanya," kata pria yang juga anggota TP3D Jember itu.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pentingnya nilai tambah (value added) dari setiap hasil bumi di wilayahnya. Menurut dia, pengembangan PDP Kahyangan tidak sekadar menggenjot produksi mentah, tapi menyasar kesejahteraan warga perkebunan di pinggiran hutan.
"Hilirisasi itu bisa menambah value added, nilai tambah. Ke depan, perubahannya akan kelihatan di PDP. Kita segera launching Jember 'Surga Kopi Indonesia'," katanya, saat kesempatan gowes bersama jajarannya, di Perkebunan Sumberwadung, Mayang, Jember, (5/10).
Gus Fawait, sapaan dia, juga menyoroti kekayaan varietas kopi Jember yang melengkapi peta komoditas daerah tetangga yang juga sempat mendeklarasikan diri sebagai Republik Kopi, namun juga telah redup seiring bergantinya rezim pemerintahan.
"Di tetangga kita mungkin lebih banyak arabikanya, kita ada liberika dan robusta. Jember mentasbihkan diri sebagai Surga Kopi Indonesia karena menghasilkan kopi, cerutu, hingga makanan sehat seperti edamame, okra, dan cokelat," katanya, optimistis.
Ia juga menaruh harapan besar pada penguatan BUMD ini untuk mengikis angka kemiskinan di kawasan pedesaan. "PDP ini ada di wilayah perkebunan pedesaan pinggir hutan, yang menjadi sentra kemiskinan. Kalau PDP ini bagus dan maju, saya yakin berdampak pada penurunan angka kemiskinan," imbuh Politikus Partai Gerindra itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh