Radar Jember – Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji (CJH) tak hanya berkutat pada kondisi fisik. Kesehatan jiwa, kemampuan mengingat dan berpikir, hingga kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari juga menjadi aspek yang diperiksa sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jember Nur Sholeh mengatakan, pemeriksaan secara menyeluruh penting untuk mengetahui kondisi kesehatan calon jemaah sejak dini. Dengan begitu, jika ditemukan masalah kesehatan, penanganan dapat dilakukan lebih awal sebelum memasuki masa keberangkatan.
Pemeriksaan diawali dengan anamnesis atau penelusuran riwayat kesehatan, dilanjutkan pemeriksaan fisik dan sejumlah pemeriksaan penunjang. Riwayat penyakit yang pernah maupun sedang dialami perlu diketahui agar tenaga kesehatan dapat memetakan kondisi setiap calon jemaah dan menentukan tindak lanjut yang sesuai.
Baca Juga: Sumur Warga Mengering dan Berbau, BPBD Jember Pasok Air Bersih ke Rambipuji
Aspek kesehatan jiwa juga menjadi perhatian. Selain itu, kemampuan mengingat dan berpikir turut diperiksa untuk memberikan gambaran kondisi calon jemaah.
Penilaian ini penting sebagai bagian dari persiapan menghadapi rangkaian ibadah haji yang membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan aktivitas yang berbeda.
Kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri juga masuk dalam pemeriksaan. Penilaian ini membantu mengetahui sejauh mana calon jemaah mampu melakukan kegiatan seperti makan, mandi, berpindah tempat, dan berjalan.
Sementara itu, pemeriksaan gula darah dan elektrokardiogram (EKG) dilakukan untuk membantu mendeteksi faktor risiko gangguan kesehatan.
Khusus bagi wanita usia subur (WUS), pemeriksaan juga mencakup plano test sesuai prosedur yang berlaku. “Seluruh tahapan tersebut diharapkan memberikan gambaran kondisi kesehatan yang lebih lengkap, sehingga calon jemaah yang membutuhkan perhatian medis dapat memperoleh tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan,” tuturnya.
Pemeriksaan komprehensif tersebut salah satunya dilakukan UPTD Puskesmas Jelbuk. Sebanyak 117 calon jemaah haji menjalani pemeriksaan yang meliputi riwayat kesehatan, kesehatan jiwa, kondisi fisik dan kemandirian, plano test bagi WUS, gula darah, EKG, serta kemampuan mengingat dan berpikir.
Baca Juga: 12 Tim Siap Berlaga di Grand Champions Bahlil Mini Soccer Gunakan Round Robin
Nur Sholeh mengingatkan calon jemaah agar mengikuti pemeriksaan dengan baik dan menyampaikan riwayat kesehatan secara terbuka. Pemeriksaan sejak dini memberi waktu lebih panjang untuk melakukan penanganan maupun pemantauan apabila ditemukan masalah kesehatan.
“Semakin awal diketahui kondisi kesehatan jemaah, semakin banyak waktu untuk melakukan tindak lanjut. Karena itu, pemeriksaan ini perlu diikuti dengan baik,” ujarnya. (dhi/dwi)
Top of Form
Bottom of Form
Editor : Imron Hidayatullahh