RADAR JEMBER – Keretakan Jalan Nasional di kawasan Gumitir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, segera ditindaklanjuti melalui sejumlah langkah mitigasi. Hasil rapat koordinasi yang digelar BPBD Jember menyepakati perempesan vegetasi di sekitar titik keretakan bakal dilaksanakan hari ini (10/10).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko kerusakan jalan, terutama menjelang musim penghujan.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, penanganan perlu dilakukan bersama lintas instansi karena kondisi jalan di kawasan Gumitir berpotensi terdampak air hujan dan kendaraan bertonase berat.
Baca Juga: Sumur Warga Mengering dan Berbau, BPBD Jember Pasok Air Bersih ke Rambipuji
Hasil asesmen bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali pada Senin (5/10) lalu, menemukan retakan sepanjang sekitar 30 meter di permukaan aspal.
Lokasinya berada di lajur kanan arah Jember menuju Banyuwangi, sekitar 2 hingga 2,5 meter dari tebing dan batas bahu jalan.
“Retakan ini perlu mendapat perhatian serius, terlebih ini akan memasuki musim penghujan. Air hujan yang masuk melalui celah retakan dikhawatirkan dapat mempercepat gerusan dan memengaruhi kondisi badan jalan,” ujar Edy, Kamis (8/10).
Dia menegaskan, penanganan tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi, melainkan membutuhkan koordinasi agar langkah mitigasi berjalan cepat dan terukur. Oleh karena itu, penanganan dalam waktu dekat adalah perempesan vegetasi di sekitar retakan. Perempesan itu dijadwalkan mulai pukul 8.00.
Baca Juga: Raperda Aset Daerah Jember Masuk Finalisasi, DPRD Dorong Percepatan Sertifikasi
Kegiatan perempesan vegetasi pada Sabtu mendatang melibatkan BPBD, BBPJN, Dinas Perhubungan, DPUPR, Perum Perhutani, Satlantas Polres Jember, Cabang Dinas Kehutanan, serta unsur Muspika Silo.
Dinas Perhubungan Jember juga menyatakan siap mendukung pemantauan tonase kendaraan menggunakan alat timbang portabel. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kendaraan bermuatan berlebih yang melintasi jalur Jember–Banyuwangi.
Selain perempesan vegetasi, penanganan sementara dilakukan melalui pemasangan sandbag dan geotekstil serta sealing atau penutupan retakan pada permukaan aspal.
BBPJN telah melakukan sealing pada Rabu (7/10), disusul pemasangan sandbag dan geotekstil pada Kamis (8/10). Banner peringatan juga dipasang sekitar 50 meter dari titik keretakan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
"Penanganan jangka pendek harus segera dilakukan. Sementara rencana jangka panjang juga harus dipersiapkan agar persoalan ini tidak terus berulang,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh