Jalan Otista Mangli Jember Rusak Berulang, Warga Usul Pengecoran Solusi Permanen

Jumai RJ • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 05:00 WIB
RUSAK LAGI: Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates mengalami kerusakan. Jalan milik provinsi tersebut sering dilakukan perbaikan, tapi kembali rusak. (JUMAI/RADAR JEMBER)
RUSAK LAGI: Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates mengalami kerusakan. Jalan milik provinsi tersebut sering dilakukan perbaikan, tapi kembali rusak. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Kerusakan jalan provinsi yang menghubungkan Mangli dengan Jenggawah, Kabupaten Jember, kian dikeluhkan pengguna jalan. 

Meski berulang kali diperbaiki dengan cara mengeruk bagian yang rusak dan menutupnya menggunakan aspal, kondisi jalan tersebut kembali bergelombang dalam waktu relatif singkat.

Salah satu titik kerusakan terlihat di sekitar lampu lalu lintas Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Permukaan aspal di kawasan tersebut kembali bergelombang meskipun sebelumnya telah dilakukan perbaikan.

Baca Juga: Raperda Aset Daerah Jember Masuk Finalisasi, DPRD Dorong Percepatan Sertifikasi

Bahkan, hasil penambalan di sejumlah titik dinilai belum rata sehingga membuat permukaan jalan tidak nyaman dilalui. Kondisi tersebut menjadi keluhan pengendara, terutama mereka yang setiap hari melintasi jalur Mangli hingga Jenggawah.

Irfan, 37, warga Panca Karya, Kecamatan Ajung, mengatakan perjalanan menggunakan sepeda motor di jalur tersebut terasa melelahkan karena banyak ditemukan kerusakan dan permukaan jalan yang tidak rata.

“Rasanya kalau sepeda motoran dari Mangli hingga Jenggawah itu capek. Selain banyak jalan yang rusak, permukaannya juga bergelombang,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Aspal yang mengelupas dan material yang menumpuk di pinggir jalan dapat menjadi hambatan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Kerusakan yang terus berulang juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas perbaikan yang selama ini dilakukan. Terlebih, jalur tersebut kerap dilalui kendaraan besar, termasuk truk pengangkut semen, yang menambah beban jalan.

Baca Juga: Atasi Pendangkalan Muara Bedadung, Pemkab Jember dan Nelayan Sepakat Pengerukan Dipercepat

Irfan menilai, perbaikan dengan metode penambalan aspal belum cukup untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia berharap pemerintah mempertimbangkan penggunaan konstruksi beton atau pengecoran pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan berulang.

“Seharusnya jalannya sudah dicor seperti di simpang tiga Ajung. Karena tanahnya bergerak, kalau diaspal lagi kemungkinan akan tetap rusak,” pungkasnya.

Perbaikan dengan konstruksi yang lebih kuat diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang, sehingga kondisi jalan lebih tahan terhadap beban kendaraan dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi masyarakat yang melintas di jalur Mangli–Jenggawah. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember jalan rusak Mangli