Radar Jember - Dampak musim kemarau panjang di Kabupaten Jember semakin meluas.
Sejumlah sumur milik warga tak hanya mengering, tetapi air yang tersisa juga dilaporkan berbau dan kotor sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih. Kali ini, sebanyak 5.000 liter air didistribusikan ke Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Kamis (8/10)
Bantuan tersebut menyasar warga di RT 33 dan RT 34, RW 08, dengan total sekitar 120 kepala keluarga (KK) terdampak. Masing-masing RT tercatat terdapat 60 KK yang membutuhkan pasokan air bersih. Kekeringan yang melanda wilayah tersebut membuat sumber air milik warga semakin terbatas.
Baca Juga: Raperda Aset Daerah Jember Masuk Finalisasi, DPRD Dorong Percepatan Sertifikasi
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga terpaksa berjalan menuju sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari permukiman. Sementara warga lainnya memilih membeli air galon.
Penyaluran kali ini merupakan distribusi keempat BPBD Jember di lokasi tersebut. Hingga 8 Oktober 2026, total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 15.000 liter.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB setelah bergerak satu jam sebelumnya. Petugas kemudian berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat sebelum menyalurkan air ke sejumlah tandon yang telah disediakan.
BPBD Jember juga telah menyiapkan empat tandon air untuk memudahkan warga mengakses bantuan. Selain menyalurkan air, petugas mengedukasi masyarakat agar menggunakan persediaan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.
“Distribusi ini merupakan upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan. Kami juga memberikan edukasi agar masyarakat dapat menghemat penggunaan air selama kondisi kemarau masih berlangsung,” ujar Firman Arifianto dari TRC BPBD Kabupaten Jember.
Baca Juga: Atasi Pendangkalan Muara Bedadung, Pemkab Jember dan Nelayan Sepakat Pengerukan Dipercepat
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih kembali dilakukan secara berkala. Yakni sekitar empat hari sekali, menyesuaikan kebutuhan warga terdampak.
“Bantuan air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang sumurnya mulai mengering dan tidak lagi menghasilkan air layak pakai,” paparnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh