Tingkah Aneh Pengendara Saat Razia Gabungan di Jember, Ada yang Panik hingga Menangis

Jumai RJ • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 07:00 WIB
PANIK: Ipda Sujatmikho, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Jember, saat meminta seorang sopir mobil Carry yang terlihat panik untuk segera memasang sabuk pengamannya dalam operasi gabungan di Rambipuji, Kamis (8/10) kemarin pagi. (JUMAI/RADAR JEMBER)
PANIK: Ipda Sujatmikho, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Jember, saat meminta seorang sopir mobil Carry yang terlihat panik untuk segera memasang sabuk pengamannya dalam operasi gabungan di Rambipuji, Kamis (8/10) kemarin pagi. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Operasi gabungan yang digelar Satlantas Polres Jember, Dispenda Jatim, hingga Jasa Raharja menghadirkan cerita tersendiri. Bagaimana gambaran tentang operasi itu yang membuat banyak pengguna jalan salah tingkah?

Suasana pagi di sekitar Jembatan Timbang Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, mendadak riuh, kemarin Kamis (8/10).

Para pengendara yang melintas dari arah barat mendadak ciut nyali ketika melihat barisan petugas gabungan dari Satlantas Polres Jember, Dispenda Provinsi Jatim, dan Jasa Raharja bersiaga di pinggir jalan.

Tak sedikit pengendara motor yang nekat memutar balik arah kendaraannya demi menghindari pemeriksaan. Namun, bagi mereka yang telanjur terjebak di tengah razia, pelarian praktis tinggal angan-angan. Satu per satu kendaraan roda dua maupun roda empat digiring masuk ke halaman jembatan timbang.

Baca Juga: Rencana Parkir Berlangganan di Jember, DPRD Minta Penataan Jukir Diperketat

Sasaran operasi kali ini sangat jelas: para pelanggar kasat mata. Mulai dari pengendara yang ogah memakai helm, motor "bodong" tanpa pelat nomor, hingga pengemudi mobil yang abai mengenakan sabuk pengaman (safety belt).

Dinamika di lapangan pun berwarna-warni. Ada saja tingkah polah pengendara saat tertangkap basah. Seorang mahasiswi pengendara sepeda motor, misalnya, mendadak histeris dan meneteskan air mata saat petugas meminta menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Dengan suara bergetar, ia beralasan surat-surat kendaraannya tertinggal di rumah lantaran terburu-buru hendak berangkat kuliah.

Tak kalah menggelitik, seorang sopir mobil Suzuki Carry berpelat nomor N tampak salah tingkah luar biasa. Wajahnya pucat pasi ketika diminta petugas untuk mengenakan sabuk pengaman. Lantaran telanjur panik, tangannya gemetar hingga kesulitan saat hendak memasang gesper pengaman tersebut.

Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Jember Perkuat Program Sekolah Rakyat dan Beasiswa

Fenomena semacam ini menyayat keprihatinan tersendiri. Pasalnya, pelanggaran-pelanggaran sepele seperti penggunaan knalpot brong, absennya pelat nomor, hingga mangkir dari helm dan sabuk pengaman masih kerap diabaikan masyarakat.

Padahal, deretan kelalaian inilah yang selama ini menjadi biang keladi di balik tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Kasatlantas Polres Jember AKP Ade Andini, melalui Kanit Turjagwali Ipda Sujatmikho menjelaskan bahwa operasi gabungan ini digelar demi mendisiplinkan para pengguna jalan. Selain menindak pelanggaran kasat mata, petugas juga menyasar kendaraan yang kedodoran pajak tahunannya.

"Pelanggaran yang paling menyolok di jalan raya masih seputar tidak menggunakan helm, motor tanpa spion, serta kendaraan yang tidak dilengkapi pelat nomor," ujar Sujatmikho di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, razia lintas instansi ini tidak melulu berorientasi pada penilangan. Pihaknya sengaja menggandeng Dispenda Jatim dengan menyiagakan mobil Samsat Keliling (Samling) di lokasi.

Alhasil, pengendara yang mendapati masa berlaku pajak motornya kedaluwarsa bisa langsung melunasi kewajibannya di tempat tanpa harus repot mengurus ke kantor Samsat induk.

Baca Juga: Diduga Akali PPN Rp 1,9 Miliar, Kejari Jember Tahan Direktur CV Putra Buana

Kendati demikian, bagi pengendara yang benar-benar melakukan pelanggaran fatal—seperti tidak dapat menunjukkan SIM maupun STNK petugas tanpa kompromi langsung melayangkan surat tilang.

Total, ada sekitar 57 pelanggaran yang berhasil dijaring dalam operasi gabungan di jembatan timbang pagi itu.

"Saya selalu mengingatkan kepada pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk senantiasa tertib di jalan. Sebab, awal dari sebuah kecelakaan maut itu selalu diawali dari sebuah pelanggaran kecil," pungkas Sujatmikho. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
razia gabungan Jember samsat keliling Satlantas Polres Jember