Temukan 16 Ribu 'Zombie' di Desil 1, Pemkab Jember Gelar Verval DTSEN

Sidkin • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 08:00 WIB
DISKUSI: Suasana FDG yang membahas tentang verval DTSN di Aula Bawah Pemkab Jember, Selasa (6/10). Hasil temuan verval itu terdapat 16.776 warga yang telah meninggal, tapi masih tercatat di desil 1. (PPID)
DISKUSI: Suasana FDG yang membahas tentang verval DTSEN di Aula Bawah Pemkab Jember, Selasa (6/10). Hasil temuan verval itu terdapat 16.776 warga yang telah meninggal, tapi masih tercatat di desil 1. (PPID)

Radar Jember - Verifikasi dan validasi (verval) Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Jember menunjukan data ‘zombie’.

Artinya orang telah meninggal dunia, justru tercatat sebagai warga penduduk yang masih hidup. Jumlahnya bukan puluhan orang, tapi mencapai belasan ribu. 

Pada Desil 1, tercatat 16.766 nomor induk kependudukan (NIK) berstatus meninggal.

Temuan itu dipaparkan narasumber Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D), Bambang Herry Purnomo dan Rista Setyana, dalam FGD Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Aula Bawah Timur Pemkab Jember, Senin (5/10).

Baca Juga: Dispendik Jember Rampungkan Wawancara Susulan Beasiswa Cinta Bergema 2026

Verval Desil 1 per 17 Mei 2026 telah menyurvei 96.126 dari 97.060 kepala keluarga (KK) atau mencapai 98,9 persen.

Dari jumlah tersebut, 68.351 KK atau 71,1 persen dinilai dapat menjadi sasaran program. Selain data warga meninggal, terdapat 10.703 KK yang pindah dan 196 KK menolak pendataan.

Sementara pada Desil 2, dari 120.124 KK target, sebanyak 102.865 KK atau 85,63 persen telah tersurvei. Ditemukan pula 8.275 KK meninggal dengan ahli waris dan 2.634 KK meninggal tanpa ahli waris.

Data hasil verval tersebut menjadi dasar untuk memperkuat akurasi dan keterkinian data penerima program.

Baca Juga: Jangkau Warga Pedesaan, Bupati Jember Manfaatkan Agenda Gowes Rutin Cek UHC

Hasil verifikasi lapangan dikelompokkan menjadi warga yang layak menerima bantuan, meninggal atau pindah, berpotensi mampu, serta belum tersentuh bantuan.

Di sisi lain, angka kemiskinan Jember menunjukkan penurunan. Sepanjang 2021–2025, jumlah penduduk miskin berkurang 40,33 ribu jiwa, dari 257,09 ribu menjadi 216,76 ribu jiwa.

Pada 2024–2025, jumlah penduduk miskin turun sekitar 8,01 ribu jiwa.

Namun, Rista Setyana mengingatkan tantangan pengentasan kemiskinan masih besar.

“Secara absolut tertinggi nomor dua di Jawa Timur, masih hampir 217.000 jiwa. Dibanding tahun sebelumnya sudah turun sekitar 8.000 jiwa. Harapannya setiap tahun kita terus berprogres,” ujarnya.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPPA Jember, Muhammad Rizqi Fajri Maulana, mengatakan FGD menjadi bagian dari penyusunan strategi program pengentasan kemiskinan ke depan. “FGD ini penting bagi kami untuk menyusun strategi,” paparnya.

Pihaknya berharap pemutakhiran DTSEN dapat menghasilkan data yang lebih akurat. Sehingga program dan bantuan sosial semakin tepat sasaran. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
verval desil 1 Jember DTSEN Dinsos P3A