Debit Air Menyusut Imbas Kemarau, Sungai Bedadung Jember Tampak Seperti Danau

Jumai RJ • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:46 WIB
MIRIP DANAU: Kondisi Sungai Bedadung tepat di bawah Jembatan Gladak Kembar. Saat musim kemarau air menyusut, bahkan sungai bedadung menjadi kubangan-kubangan seperti sebuah danau. (JUMAI/RADAR JEMBER)
MIRIP DANAU: Kondisi Sungai Bedadung tepat di bawah Jembatan Gladak Kembar. Saat musim kemarau air menyusut, bahkan sungai bedadung menjadi kubangan-kubangan seperti sebuah danau. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Kemarau panjang ini membuat sejumlah debit air menyusut, termasuk Sungai Bedadung.

Sungai terpanjang dan terbesar di Jember tersebut beberapa titik air sungai justru seperti danau-danau kecil. 

Salah satunya berada di bawah Jembatan Gladak Kembar.

Air yang tersisa di beberapa bagian sungai juga tampak berubah warna menjadi kehijauan.

Baca Juga: Kisah Dua Lansia di Kaki Gunung Argopuro Jember, Hidup dari Bantuan, Ogah Rumah Direhab

Dimas, salah seorang pedagang kaki lima (PKL) di sekitar lokasi, mengatakan kondisi sungai sangat berbeda antara musim penghujan dan kemarau.

“Kalau musim penghujan, airnya menakutkan. Sekarang sudah mirip danau. Ada genangan air dan warnanya berubah hijau,” pungkasnya. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
air sungai surut Sungai Bedadung Jember kemarau panjang gladak kembar jember