Awas Bahaya Sengatan Listrik! Kabel PLN Menempel Pagar Besi di Jalur Gumitir

Jumai RJ • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 07:00 WIB
KABEL DI PAGAR: Kabel PLN berukuran besar yang diduga masih bertegangan berada di tanah dan menempel pada pagar besi pengaman jalan di jalur Gumitir, Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, kemarin (6/10). (JUMAI/RADAR JEMBER)
KABEL DI PAGAR: Kabel PLN berukuran besar yang diduga masih bertegangan berada di tanah dan menempel pada pagar besi pengaman jalan di jalur Gumitir, Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Selasa (6/10). (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Pengguna jalan yang melintas di jalur Gumitir, tepatnya di Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kabel jaringan listrik PLN berukuran besar yang diduga masih bertegangan berada di tanah dan menempel pada pagar besi pengaman jalan.

Kondisi tersebut terlihat di salah satu titik jalur Gumitir, Selasa (6/10). Kabel berwarna hitam itu tampak menjuntai dan berada di bawah sisa pohon tumbang. Sebagian kabel bahkan bersentuhan langsung dengan pagar besi yang berada di sisi jalan.

Keberadaan kabel tersebut dikhawatirkan membahayakan warga maupun pengguna jalan yang beraktivitas di sekitar lokasi. Terlebih, kawasan tersebut tidak hanya dilintasi kendaraan, tetapi juga menjadi akses warga menuju lahan perkebunan kopi.

Baca Juga: Tiga Petinju Jember Siap Wakili Jawa Timur di Ajang Kejurnas Tinju 2026 di Jakarta

Misnadin, 56, warga Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, mengatakan kabel tersebut lepas setelah tertimpa pohon tumbang. Peristiwa pohon tumbang terjadi hingga dua kali di kawasan tersebut. Pohon yang roboh mengenai jaringan kabel PLN hingga membuat kabel terlepas dari pengait pada tiangnya.

“Lepasnya kabel PLN tegangan tinggi itu karena tertimpa pohon tumbang yang mengenai kabel PLN,” kata Misnadin.

Menurut dia, kabel yang tertimpa pohon pertama telah diperbaiki oleh petugas PLN. Namun, ketika terjadi pohon tumbang untuk kedua kalinya, jaringan kembali terdampak dan hingga kini kabel yang terlepas belum diperbaiki.

Pohon tumbang kedua tersebut berukuran cukup besar dan terjadi pada Minggu (13/9) sekitar pukul 21.00. Setelah kejadian itu, kabel PLN yang berada di lokasi tampak berada di tanah dan tertimpa atau berada di bawah bagian pohon yang roboh.

“Kabel yang ada di tanah itu mulai tikungan depan Cafe Mrawan hingga ke utara, pohon besar yang tumbang. Kabel berada di bawah potongan pohon yang tumbang,” ujarnya.

Baca Juga: Bawa Gagasan Masyarakat Adat, Mahasiswi Unmuh Jember Sabet Juara Esai ASEAN

Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena di sekitar lokasi terdapat aktivitas masyarakat. Selain warga yang hendak menuju lahan perkebunan kopi, sejumlah orang terkadang berhenti di pinggir jalan untuk beristirahat.

Misnadin juga menyebut sebagian warga biasa mengambil kayu dari pohon tumbang untuk dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Aktivitas tersebut dikhawatirkan berisiko apabila dilakukan di sekitar kabel yang berada di tanah.

“Di bawah pohon itu ada kabel PLN yang ukurannya besar, apalagi tegangannya tinggi. Banyak orang yang mengambil kayu untuk kayu bakar,” katanya.

Menurut dia, kondisi kabel tersebut semakin rawan ketika turun hujan. Sebab, kabel berada di tanah dan pada beberapa bagian menempel pada pagar besi pengaman jalan. “Yang rawan itu kalau hujan, karena kabelnya di tanah. Selain itu, kabelnya juga menempel pada bagian pagar besi pengaman jalan,” jelasnya.

Kabel tersebut memang masih dilapisi pembungkus berwarna hitam. Namun, warga khawatir terjadi kerusakan atau bagian pembungkus kabel terkelupas akibat tertindih pohon maupun terkena aktivitas di sekitar lokasi. “Memang kabelnya terbungkus, tetapi yang rawan kalau ada yang mengelupas. Apalagi pas hujan, karena kabelnya berada di tanah dan menempel pada pagar besi,” imbuhnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, terdapat tiga kabel berukuran besar berwarna hitam yang berada di sekitar lokasi. Selain itu, terdapat satu kabel lain yang berfungsi sebagai penguat menuju tiang jaringan PLN. Dengan demikian, sedikitnya terdapat empat kabel berukuran besar yang tampak berada di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Batuk dan Demam Mewabah, RS Bina Sehat Jember Imbau Warga Waspadai Penyakit ISPA

Misnadin mengatakan, sejak pohon besar tumbang untuk kedua kalinya, kabel tersebut belum diperbaiki. Kondisi itu membuat warga memilih tidak mendekati maupun memindahkan kabel secara mandiri karena khawatir masih terdapat aliran listrik. “Sejak tertimpa pohon besar yang kedua ini belum diperbaiki. Apalagi banyak warga yang lahannya tanaman kopi,” katanya.

Kekhawatiran warga semakin besar ketika memasuki musim hujan. Sebab, air dapat membuat kondisi sekitar kabel menjadi basah sehingga warga khawatir risiko bahaya listrik semakin tinggi apabila kabel mengalami kerusakan pada bagian pembungkusnya.

“Yang rawan itu kalau pas hujan. Beberapa bulan ini Gumitir belum diguyur hujan. Kalau misalnya ada warga yang terkena setrum, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya.

Warga berharap jaringan kabel yang terlepas tersebut segera ditangani petugas terkait. Selain untuk memastikan keamanan pengguna jalan dan warga sekitar, perbaikan juga diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalur Gumitir. “Sejak kabel PLN di tanah, tidak ada yang berani memindah,” pungkas Misnadin.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember tegangan tinggi Jalur Gumitir PLN kabel listrik kendor