Dampak Pengaturan Jam Operasional, Pedagang Dalam Pasar Tanjung Mulai Ramai Pembeli

M Adhi Surya • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:00 WIB
BERSIAP LAYANI PEMBELI: Pedagang Pasar Tanjung yang berada di dalam pasar merasakan dampak positif dalam pengaturan jam operasional pasar. (PPID JEMBER)
BERSIAP LAYANI PEMBELI: Pedagang Pasar Tanjung yang berada di dalam pasar merasakan dampak positif dalam pengaturan jam operasional pasar. (PPID JEMBER)

Radar Jember – Pengaturan jam operasional pedagang di kawasan Pasar Tanjung mulai berdampak pada aktivitas perdagangan di dalam gedung pasar.

Sejumlah pedagang mengaku pembeli yang datang mulai meningkat setelah aturan tersebut diterapkan.

Asriyatin, salah seorang pedagang bumbu dapur di dalam Pasar Tanjung, mengatakan lapaknya mulai lebih ramai dalam sepekan terakhir.

jBaca Juga: Pemkab Jember Bentuk Satgas Khusus Penegak Aturan Penataan Pasar Tanjung

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi setelah jam operasional pedagang di kawasan bawah mulai diatur. “Seminggu terakhir ini agak ramai. Kan di bawah jam operasionalnya diatur sekarang,” kata Asriyatin.

Dia memperkirakan jumlah pembeli di lapaknya meningkat hingga sekitar 60 persen dibandingkan sebelumnya. “Ya 60 persen itulah,” ujarnya.

Menurut Asriyatin, sebelum ada pengaturan, sebagian pedagang di kawasan bawah sudah mulai berjualan sejak siang hari.

Kondisi tersebut membuat pembeli tidak harus masuk ke dalam gedung Pasar Tanjung untuk mendapatkan kebutuhan mereka. 

“Dulu mereka bukanya siang, tutupnya juga siang. Jadi pasar yang di atas cuma dikasih beberapa jam,” jelasnya.

Baca Juga: Respon Lonjakan Pasien, Gus Fawait Minta Warga Jember Manfaatkan Berobat Gratis UHC

Karena itu, dia berharap pengaturan jam operasional dapat terus diterapkan sehingga aktivitas perdagangan di dalam gedung pasar semakin hidup. “Harapannya ya lebih baik dari sekarang. Tapi mendingan dikeatasin semua,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Jember mengatur jam operasional pedagang di kawasan Pasar Tanjung.

Pengaturan tersebut dibagi berdasarkan lokasi dan kelompok pedagang. Di salah satu kawasan, sebanyak 148 pedagang dibagi menjadi dua shift, yakni pukul 22.00–01.00 dan 01.00–05.00.

Sementara di Jalan Untung Suropati terdapat 221 pedagang. Shift pertama pukul 22.00–01.00 diperuntukkan bagi pedagang pickup dan bojongan, sedangkan shift kedua pukul 01.00–05.00 untuk pedagang lesehan dan pelataran.

Di Jalan Wahidin, sebanyak 206 pedagang juga dibagi dua shift, yakni pukul 16.00–23.00 dan 23.00–06.00. Kepala Dishub Jember Gatot Triyono mengatakan Jalan Pitaloka hanya menerapkan satu shift karena jumlah pedagangnya hanya 12 orang. Mereka berjualan mulai pukul 23.00–05.00. (dhi/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember pasar tanjung Jam Operasional pedagang pasar