Retakan Mengular di Jalur Gumitir, Bibir Jurang Mulai Tergerus

Jumai RJ • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 13:13 WIB
RETAK: Jalan nasional tepatnya setelah pemancar TVRI, Desa Sidomulyo terjadi retakan cukup panjang dan sudah diberi tanda cat putih. (JUMAI/JPRJ)
RETAK: Jalan nasional tepatnya setelah pemancar TVRI, Desa Sidomulyo terjadi retakan cukup panjang dan sudah diberi tanda cat putih. (JUMAI/JPRJ)

Radar Jember – Pengguna jalur Gumitir di wilayah Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, perlu meningkatkan kewaspadaan. 

Retakan kembali terlihat pada badan jalan di kawasan yang berada di tepi jurang tersebut.

Retakan berada di sisi jalan, tepatnya pada tikungan setelah pemancar TVRI. Bekas keretakan tampak memanjang dan semakin jelas. 

Baca Juga: Limbah Tebu di Tikungan Gumitir Tak Kunjung Dibersihkan, Bahayakan Pengendara Motor

Bagian yang mengalami retakan juga telah diberi tanda menggunakan cat putih untuk memudahkan pengamatan.

Menurut warga Sidomulyo, Santy, keretakan di lokasi tersebut sebenarnya sudah muncul sejak musim hujan tahun lalu. 

Kondisi itu bahkan telah terlihat sebelum dilakukan perbaikan jalan di kawasan tikungan Mbah Singo.

Baca Juga: 1.688 Permohonan Santunan Kematian Cair, Dinsos P3A Lumajang Pastikan Tanpa Penolakan

“Retakan muncul sejak hujan tahun lalu. Sebelum jalan diperbaiki di tikungan Mbah Singo, bagian ini memang sudah mulai retak,” ujar Santy.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena bagian bawah jalan yang mengarah ke jurang telah mengalami penggerusan. 

Sebelumnya, warga sempat memasang karung berisi tanah di sekitar retakan. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi masuknya air ke celah jalan.

“Di bawah pagar besi sudah ambrol. Waktu itu ada karung berisi tanah yang dipasang sebagai pengaman supaya air tidak masuk ke sela-sela retakan,” katanya.

Kini, keretakan kembali memanjang, kendaraan berat yang rutin melintas di jalur tersebut ikut menjadi faktor yang perlu diperhatikan. 

Getaran dari truk bermuatan berat dikhawatirkan mempercepat kerusakan badan jalan.

“Sekarang retakannya semakin panjang. Kalau musim hujan datang, kemungkinan bisa semakin parah karena bagian bawahnya sudah longsor sejak musim penghujan lalu,” pungkasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, retakan berada di sisi badan jalan dan telah diberi tanda cat putih. 

Di sekitar lokasi juga terdapat pohon berukuran besar. Saat angin kencang, keberadaan pohon tersebut dikhawatirkan turut memengaruhi kondisi tanah di sekitar bibir jurang. (jum)

Editor : M ADHI SURYA
Jember retakan jalan Gumitir