Limbah Tebu di Tikungan Gumitir Tak Kunjung Dibersihkan, Bahayakan Pengendara Motor

Jumai RJ • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:13 WIB
RAWAN LAKA: Limbah tebu bekas laka tunggal truk di KM 37, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo membahayakan pengendara sepeda motor. (JUMAI/JPRJ)
RAWAN LAKA: Limbah tebu bekas laka tunggal truk di KM 37, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo membahayakan pengendara sepeda motor. (JUMAI/JPRJ)

Radar Jember - Kecelakaan dua truk pengangkut tebu di KM 37 Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, belum sepenuhnya beres. 

Meski kendaraan sudah dievakuasi, limbah tebu yang tercecer di jalan masih tertinggal. Kondisi itu justru menghadirkan bahaya baru bagi pengendara, terutama sepeda motor.

Limbah tebu terlihat menumpuk di sisi jalan hingga memenuhi sebagian badan jalan yang berada di jalur menikung dan menurun. 

Baca Juga: 1.688 Permohonan Santunan Kematian Cair, Dinsos P3A Lumajang Pastikan Tanpa Penolakan

Lokasinya tepat di depan warung milik Kusnadi. Material tersebut berasal dari muatan truk pengangkut tebu yang mengalami kecelakaan sebelumnya.

Kusnadi mengatakan, keberadaan limbah membuat pengendara roda dua harus lebih berhati-hati saat melintasi tikungan. 

Sebagian pengendara bahkan memilih mengambil jalur lebih ke kanan untuk menghindari tumpukan limbah yang berada di sisi jalan.

Baca Juga: Gus Fawait Dorong Gen Z dan Milenial Surabaya Jadi Pilar Kader Politik Masa Depan

“Limbah tebu menumpuk di selokan, sehingga sangat rawan bagi pengendara sepeda yang dari arah Jember,” kata Kusnadi.

Risiko tersebut semakin besar karena posisi limbah berada di jalur menikung. 

Pengendara yang melaju dari arah Jember tidak bisa langsung melihat kondisi jalan di depannya. Jika tidak mengurangi kecepatan, tumpukan limbah berpotensi membuat roda kehilangan kendali.

Relawan BPBD Jatim Iswanto mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada koordinator truk pengangkut tebu. 

Laporan disampaikan agar sisa muatan yang tercecer segera dibersihkan setelah proses evakuasi dua truk selesai dilakukan.

Menurut dia, pembersihan jalan perlu dilakukan secepatnya. 

Sebab, keberadaan limbah tebu di jalur tersebut berpotensi memicu kecelakaan susulan, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintas dari arah Jember.

“Kalau limbah ini tidak segera dibersihkan juga rawan kecelakaan. Terutama pengendara roda dua dari arah Jember karena limbah tebu berada di jalan menikung,” ujarnya. 

Kecelakaan dua truk pengangkut tebu menuju IGG Glenmore, Banyuwangi itu sendiri telah berlangsung beberapa waktu lalu, namun sisa limbahnya masih membahayakan pengguna jalan. (jum/dhi)

Editor : M ADHI SURYA
Jember Gumitir Kecelakaan Limbah tebu