Radar Jember – Persiapan kesehatan calon jemaah haji Kabupaten Jember untuk musim haji 1448 H/2027 M tidak menunggu mendekati keberangkatan.
Pemeriksaan kesehatan secara komprehensif mulai disiapkan sejak dini untuk memetakan kondisi jemaah sekaligus memberi waktu penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jember Nur Sholeh mengatakan, pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dalam persiapan jemaah.
Pemeriksaan tidak hanya melihat kondisi fisik, tetapi juga aspek kognitif, kesehatan mental, hingga kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Terkendala Akses Sempit, Bangkai Fortuner Tertabrak Kereta di Bangsalsari Jember Belum Dievakuasi
“Jadi pemeriksaan kesehatan ini dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melihat sehat atau tidak, tetapi kondisi jemaah dipetakan sejak awal,” jelasnya.
Dalam pemeriksaan medis, jamaah akan menjalani sejumlah tahapan. Mulai dari anamnesis dan pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan laboratorium.
Di antaranya darah lengkap, golongan darah, fungsi hati dan ginjal, profil lemak, fungsi hati, EKG, hingga pemeriksaan SRQ-20.
Pemeriksaan sejak dini dinilai penting karena kondisi kesehatan jemaah masih dapat dievaluasi dan ditindaklanjuti. Terutama bagi jemaah yang memiliki penyakit tertentu yang membutuhkan pengobatan atau pemantauan sebelum memasuki masa keberangkatan.
Tak berhenti pada kondisi fisik, tambah dia, aspek lain juga ikut diukur. Pemeriksaan kognitif dilakukan melalui Mini Cog dan Clock Drawing Test. Sedangkan kesehatan mental diperiksa menggunakan Abbreviated Mental Test (AMT) yang terdiri atas 10 pertanyaan.
Baca Juga: Bertemu di Final, SMAN Rambipuji Vs SMAN Balung dalam Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember
Kemampuan jemaah dalam menjalankan aktivitas harian juga menjadi bagian pemeriksaan. Melalui Indeks Barthel, tambahnya, petugas dapat menilai tingkat kemandirian jemaah, mulai dari makan, mandi, berpindah tempat, mobilitas hingga aktivitas sehari-hari.
Nur Sholeh meminta calon jemaah tidak menganggap pemeriksaan tersebut sekadar tahapan administrasi. Jemaah perlu mengikuti pemeriksaan sesuai kondisi sebenarnya agar hasilnya dapat menjadi dasar pemantauan kesehatan hingga masa keberangkatan.
“Semakin awal diketahui kondisi kesehatan jemaah, semakin banyak waktu untuk melakukan tindak lanjut. Karena itu, pemeriksaan ini perlu diikuti dengan baik,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh