Dishub Jember Ubah Arus Jalan Diponegoro, Pengendara Tak Perlu Lawan Arus Lagi

Jumai RJ • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 06:30 WIB
MELANGGAR: Kendaraan roda dua memilih lawan arus menembus kawasan Matahari. Hari ini tidak akan ada pemandangan lawan arus, karena Jalan Diponegoro bisa langsung tembus ke Matahari hingga ke Jalan Trunojoyo. (JUMAI/RADAR JEMBER)
MELANGGAR: Kendaraan roda dua memilih lawan arus menembus kawasan Matahari. Hari ini tidak akan ada pemandangan lawan arus, karena Jalan Diponegoro bisa langsung tembus ke Matahari hingga ke Jalan Trunojoyo. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Arus lalu lintas di Jalan Diponegoro diubah mulai, hari ini Senin (5/10) pagi. Kendaraan dari Jalan Sultan Agung kini diperbolehkan melaju lurus ke arah Matahari atau Jalan Diponegoro sisi selatan.

Perubahan tersebut dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Jember setelah evaluasi uji coba Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di sekitar kawasan Pasar Tanjung.

Sebelumnya, pengalihan arus di Jalan Samanhudi ke utara hingga Jompo membuat kepadatan meningkat di sejumlah ruas. Di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Trunojoyo, dan Jalan Gatot Subroto.

Baca Juga: Terkendala Akses Sempit, Bangkai Fortuner Tertabrak Kereta di Bangsalsari Jember Belum Dievakuasi

Kepala Dishub Jember Gatot Triyono mengatakan, evaluasi bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) menemukan adanya peningkatan kepadatan di beberapa titik.

Di antaranya Jalan Ahmad Yani, mulai segmen Pemkab Jember hingga Tugu Koperasi, Jalan Trunojoyo dari Tugu Koperasi menuju Simpang Fore, serta Simpang Tiga Gatot Subroto. Antrean kendaraan juga terjadi pada waktu-waktu tertentu.

"Monitoring menunjukkan bahwa setelah penerapan MRLL, terjadi perubahan distribusi arus lalu lintas pada jaringan jalan di sekitar kawasan Pasar Tanjung," kata Gatot, Jumat (2/10) malam.

Evaluasi tersebut juga mempertimbangkan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial dan kanal pengaduan Wadul Gus'e.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah perubahan akses perjalanan dari kawasan Gebang dan Jalan Sultan Agung menuju Talangsari serta Pasar Tanjung.

Baca Juga: HKTI Jember Perkuat Jaringan hingga Tingkat Desa, Kawal Akses Pupuk Petani

Perubahan itu membuat sebagian pengendara harus menempuh jarak lebih jauh dan melewati ruas jalan yang sudah padat.

Karena itu, Forum LLAJ menyepakati uji coba perubahan sirkulasi di Jalan Diponegoro. Kendaraan dari Jalan Sultan Agung diperbolehkan bergerak ke selatan menuju kawasan Matahari.

Dengan perubahan tersebut, arus kendaraan yang sebelumnya terkonsentrasi di Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Trunojoyo diharapkan bisa terbagi.

Sementara kendaraan dari arah Jalan Trunojoyo yang hendak menuju Matahari harus memutar melalui Jalan Samanhudi dan belok kanan ke Jalan Untung Suropati.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (4/10) sejumlah pengendara roda dua juga kedapatan melawan arus di Simpang Tiga Hotel 88. Mereka memilih jalur tersebut karena tidak ingin memutar terlalu jauh menuju Jalan Trunojoyo.

Baca Juga: Bertemu di Final, SMAN Rambipuji Vs SMAN Balung dalam Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember

Abdul Muin, 59, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, menilai perubahan arus di Jalan Diponegoro diperlukan untuk membagi kepadatan kendaraan.

"Kalau Jalan Diponegoro arusnya tidak diubah, Jalan Trunojoyo akan terjadi penumpukan. Terutama pagi hari saat banyak orang berangkat kerja dan mengantar anak sekolah," ujarnya. (jum/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Dishub Jember Arus Lalu Lintas pasar tanjung