Indi Naidha, Sekretaris Komisi D DPRD Jember. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
Radar Jember - Batik selalu punya panggung setiap 2 Oktober, motif-motif khas menghiasi pakaian yang dikenakan di berbagai tempat.
Tetapi, masa depan batik tidak ditentukan dari semarak satu hari, kain tradisional itu membutuhkan ruang yang lebih luas dalam keseharian, terutama di tengah selera fashion yang terus berubah.
Sekretaris Komisi D DPRD Jember Indi Naidha menilai, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan batik. Bukan sekadar dengan mengenakannya saat peringatan Hari Batik Nasional, tetapi menjadikannya bagian dari pilihan busana sehari-hari.
Baca Juga: HKTI Jember Perkuat Jaringan hingga Tingkat Desa, Kawal Akses Pupuk Petani
Menurut Indi, batik memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kesan formal yang selama ini melekat bisa dikurangi melalui inovasi desain. Motif batik dapat dipadukan dengan potongan pakaian yang lebih santai dan sesuai dengan karakter anak muda.
“Masih ada sebagian anak muda yang menganggap batik identik dengan kesan tua, panas, atau kaku. Padahal, batik bisa tampil lebih modern dan mengikuti tren,” kata Indi dalam momentum Hari Batik Nasional.
Pilihan model pun tidak harus berhenti pada kemeja. Batik dapat dikembangkan menjadi jaket, dress, tas hingga streetwear. Perubahan tersebut membuat batik memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk ke ruang-ruang fesyen yang selama ini didominasi produk dengan desain kekinian.
Bagi perajin, perubahan selera konsumen itu bukan perkara kecil. Semakin beragam penggunaan batik, semakin terbuka pula peluang pasar.
Permintaan yang tumbuh secara berkelanjutan akan ikut menjaga aktivitas produksi di tingkat perajin. Batik pun tidak hanya dicari ketika ada aturan berpakaian atau agenda tertentu.
Baca Juga: Bertemu di Final, SMAN Rambipuji Vs SMAN Balung dalam Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember
Di sisi lain, Indi mengingatkan agar perkembangan batik tetap dibarengi penghargaan terhadap proses pembuatannya. Terutama batik tulis dan batik cap yang tidak lahir dalam waktu singkat. Ada keterampilan, ketelitian dan pengetahuan yang diwariskan antargenerasi di balik setiap lembar kain.
Batik Jember juga dinilai memiliki peluang untuk berkembang sebagai bagian dari industri kreatif. Kemasan yang lebih segar, inovasi produk dan keberanian menyasar pasar anak muda dapat menjadi pintu untuk memperluas jangkauan batik lokal.
Tidak hanya di pasar daerah, tetapi juga ke tingkat nasional hingga mancanegara.
Karena itu, Indi mendorong generasi muda tidak sekadar menjadi pemakai. Mereka juga bisa mengambil peran sebagai pengenalnya. Termasuk anak-anak muda Indonesia yang berada di luar negeri.
Semakin banyak yang mengenakan dan memperkenalkan batik, semakin besar pula peluang kain tradisional tersebut menemukan pasar baru.
Baca Juga: Wakil Jember Melaju ke Bahlil Mini Soccer Jatim
“Masa depan batik ada di tangan anak muda. Kalau bangga pakainya, dunia akan ikut bangga,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember tersebut. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh