Radar Jember – Sebanyak 31 Pengurus Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 resmi dilantik di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Sabtu (3/10) malam.
Setelah pelantikan, penguatan organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi agenda yang segera disiapkan.
Ketua DPC HKTI Jember H Ponimin Tohari mengatakan, pengurus tingkat kecamatan akan segera dikumpulkan untuk mempersiapkan pembentukan kepengurusan di desa dan kelurahan.
Baca Juga: PTPN I Regional 5 Bersama Pemkab Bondowoso Kolaborasi Gaungkan Kopi Lokal
Penguatan struktur tersebut dinilai penting agar persoalan petani dapat dihimpun langsung dari wilayah masing-masing.
Menurut Ponimin, salah satu persoalan yang akan dikawal adalah distribusi pupuk bersubsidi.
Sebab, masih ditemukan ketidaksesuaian antara data administrasi kepemilikan lahan dengan petani yang sebenarnya menggarap sawah.
Baca Juga: Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games Aichi–Nagoya 2026
Kondisi itu salah satunya terjadi pada lahan yang disewakan.
Pemilik lahan masih memegang Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), sementara lahan dikelola petani lain.
Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan petani penggarap dalam mengakses pupuk bersubsidi.
"Intinya pupuk bersubsidi ini sudah tidak tepat sasaran karena rata-rata sawah disewakan, tetapi SPPT-nya tidak diberikan kepada penyewa," kata Ponimin.
Untuk mengurai persoalan tersebut, HKTI Jember akan membangun komunikasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di seluruh wilayah Jember.
Data dan kondisi petani di lapangan akan dihimpun agar persoalan distribusi pupuk bisa dipetakan lebih jelas.
Selain itu, HKTI akan mendorong petani penyewa berkoordinasi dengan pemerintah desa.
Pemerintah desa diharapkan dapat membantu mencari mekanisme administrasi yang memungkinkan pupuk bersubsidi diterima petani yang benar-benar menggarap lahan.
"Nanti penyewa harus berkoordinasi dengan kepala desa. Mekanismenya akan kita tata supaya pupuk bersubsidi ini bisa diterima oleh orang yang benar-benar menggarap sawahnya," ujarnya.
Selain mengawal pupuk bersubsidi, HKTI Jember juga menyiapkan Sekolah Lapang Petani Muda.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda sekaligus mendorong regenerasi petani di Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait mendukung penguatan HKTI hingga tingkat kecamatan dan desa.
Dia berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyusun kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan petani.
"Mudah-mudahan kolaborasi Pemda dengan HKTI bisa membuat lebih baik lagi. Termasuk bagaimana kita mengakses program-program dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi," ujar Gus Fawait. (dhi)
Editor : M ADHI SURYA