Ratusan Pikap Sayur Pindah Pangkalan ke Depan Pemkab

M Adhi Surya • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 10:46 WIB
Ratusan Pikap sayur mangkal di kantor Pemkab Jember. (M. ADHI SURYA/JPRJ)
Ratusan Pikap sayur mangkal di kantor Pemkab Jember. (M. ADHI SURYA/JPRJ)

Radar Jember – Ratusan pikap sayur yang biasanya beraktivitas di sepanjang Jalan Samanhudi, kawasan Pasar Tanjung, bergeser ke depan Pendapa dan Pemkab Jember, Rabu (30/9). 

Kendaraan tersebut ikut dibawa dalam aksi pedagang yang meminta keadilan kepada pemerintah daerah.

Dalam orasinya, Ketua Umum Laskar Jahanam Jember Dwi Agus Budiyanto mengatakan, massa yang turun dalam aksi tersebut mencapai sekitar seribu orang. 

Baca Juga: BRI Beberkan Tiga Kunci UMKM Indonesia Menembus Pasar Global

Mereka terdiri dari pedagang sayur yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Samanhudi, baik menggunakan pikap maupun kendaraan lainnya.

"Hari ini kurang lebih seribu massa turun langsung ke depan Pendapa dan Pemkab Jember," katanya.

Menurut Dwi Agus, perpindahan kendaraan pedagang ke depan Pemkab Jember menjadi bagian dari penyampaian aspirasi. 

Baca Juga: Jemput Aspirasi lewat Gowes, Bupati Jember Gus Fawait Cek Jalan Rusak dan PJU Mati

Jika sebelumnya pikap menjadi bagian dari aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Tanjung, kali ini kendaraan tersebut berkumpul di lokasi aksi untuk menunjukkan keberadaan para pedagang yang terdampak penertiban.

Massa datang dengan membawa persoalan yang sama. 

Mereka meminta pemerintah memberikan ruang untuk menyampaikan kondisi pedagang setelah kebijakan pengosongan sepanjang Jalan Samanhudi diberlakukan.

Dwi Agus mengatakan, pedagang tidak hanya ingin menyampaikan keberatan, tetapi juga meminta kejelasan mengenai solusi bagi mereka. 

Sebab, selama ini Jalan Samanhudi menjadi salah satu lokasi pedagang menggantungkan penghasilan dari jual beli sayur.

"Kami datang untuk meminta keadilan kepada pemerintah Jember. Teman-teman pedagang ingin didengar dan diberikan solusi atas kebijakan yang sekarang diberlakukan," ujarnya.

Aksi tersebut membuat kawasan depan Pendapa dan Pemkab Jember dipenuhi massa serta kendaraan pedagang. 

Ratusan pikap yang biasanya bergerak membawa komoditas sayur kini berhenti dan berkumpul di sekitar lokasi penyampaian aspirasi.

Dwi berharap pemerintah daerah bersedia membuka ruang dialog dengan paguyuban pedagang. 

Menurutnya, penataan kawasan Pasar Tanjung tetap dapat dilakukan, tetapi nasib pedagang yang selama ini mencari nafkah di Jalan Samanhudi juga perlu dibicarakan bersama. (dhi)

Editor : M ADHI SURYA
laskar jahanam pendapa Pemkab Jember Jember pasar tanjung