Respons Keluhan Warga Soal Kemacetan Imbas Rekayasa Lalin Jember, Gus Fawait Pastikan Evaluasi Total

Sidkin • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 08:48 WIB
“Hasil dari uji coba rekayasa lalu lintas ini nantinya akan kami evaluasi bersama. Tujuannya adalah agar penataan maupun revitalisasi Pasar Tanjung dapat berjalan optimal dan membawa kebaikan bagi seluruh warga.”
MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)
“Hasil dari uji coba rekayasa lalu lintas ini nantinya akan kami evaluasi bersama. Tujuannya adalah agar penataan maupun revitalisasi Pasar Tanjung dapat berjalan optimal dan membawa kebaikan bagi seluruh warga.” MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Bukan sekadar soal arus yang berubah. Pilihan jalur pengguna jalan kini ikut terbatas.

Dampaknya mulai terasa setelah uji coba perubahan arus lalu lintas di Jalan Samanhudi. Selama dua hari, kepadatan lebih terasa di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trunojoyo. Terutama pada jam sibuk pagi, sore, hingga malam.

Pengamat Transportasi dan Lalu Lintas Universitas Jember (Unej) Sonya Sulistyono menilai, perubahan pola arus tersebut membuat kendaraan lebih banyak bertumpu pada jalur tertentu. Akibatnya, pilihan perjalanan masyarakat menjadi lebih sedikit.

Baca Juga: Pancaroba Datang, Kasus ISPA di Jember Naik 348 Kasus! Dinkes Imbau Warga Perketat PHBS Individu

Menurut Sonya, kendaraan dari sisi utara kota yang hendak menuju kawasan selatan, seperti Talangsari, Tegalbesar, Kebonsari hingga Ajung, sebelumnya memiliki beberapa pilihan jalur.

Namun, setelah arus di Jalan Samanhudi diubah, sebagian kendaraan memilih Jalan Ahmad Yani. Padahal, ruas tersebut juga memiliki persoalan kepadatan pada waktu tertentu.

Kondisi semakin terasa ketika arus kendaraan bertemu dengan aktivitas pedagang dan pengunjung Pasar Tanjung. Aktivitas tersebut berlangsung sejak pagi hingga malam.

“Aliran ini akhirnya bertumpu pada satu titik, tidak terbagi. Kalau kemarin dengan arus yang sebelumnya, itu terbagi, jadi masyarakat punya beberapa opsi,” kata Sonya.

Menurut akademisi Teknik Sipil Unej tersebut, dua hari pertama uji coba belum cukup untuk menentukan apakah pola baru itu harus dipertahankan atau kembali diubah.

Baca Juga: Bikin Macet Parah Saat Jam Sibuk, Pengendara Minta Rekayasa Lalin Jalan Diponegoro Jember Diubah

Namun, kepadatan yang berulang pada hari kerja sudah memberikan gambaran awal yang perlu dicermati.

“Ke-jadian Senin dan Selasa ini kan sudah bukti. Artinya kami tidak mengatakan mana yang baik dulu, tetapi dua hari evaluasi ini nanti akan menjadi bagian dari evaluasi ke depan,” ujarnya.

Sonya mengatakan, evaluasi tidak cukup dilakukan hanya pada satu simpang atau satu waktu tertentu. Pemantauan harus dilakukan pada pagi, sore, hingga malam.

Sebab, volume kendaraan berubah mengikuti aktivitas masyarakat. Termasuk aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Tanjung, pergerakan pedagang, hingga kegiatan bongkar-muat.

Jika pola kepadatan yang sama terus berulang, rekayasa lalu lintas tersebut perlu ditinjau kembali. Tujuannya agar beban kendaraan tidak terkonsentrasi pada satu ruas.

Menurut Sonya, persoalan utama pola baru tersebut bukan semata-mata perubahan arah kendaraan. Melainkan semakin terbatasnya pilihan jalur bagi pengguna jalan.

Ketika satu ruas menjadi tumpuan utama, gangguan kecil akan lebih cepat merambat ke ruas lain. Kondisi itu semakin terasa ketika volume kendaraan sedang tinggi.

“Kalau selalu berulang nanti perlu ditinjau. Karena kalau yang sekarang tidak punya opsi lain, orang mau lewat mana kalau tidak Jalan Ahmad Yani. Jam-jam kerja, jam-jam sibuk apalagi, lebih trouble,” tegasnya.

Baca Juga: Dilema Pangan Vs Hunian! Benturan LP2B dan Rumah Subsidi Bikin Tata Ruang Jember Belum Klir

Karena itu, masa uji coba menjadi kesempatan untuk melihat apakah pola arus baru mampu membagi pergerakan kendaraan atau justru membuat kendaraan terkonsentrasi pada ruas tertentu.

Diketahui, rekayasa lalin Jalan Samanhudi ini adalah buah dari audiensi warga dan pedagang dengan Bupati Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (22/9).

Salah satu permintaannya Jalan Samanhudi dilakukan rekayasa alias perubahan arus lalu lintas. Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan uji coba perubahan arus Jalan Samanhudi.

Terpisah, Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi tersebut memang masih dalam tahap uji coba. Kebijakan itu diambil sebagai respons atas permintaan pedagang Pasar Tanjung, baik yang berada di lantai atas maupun lantai bawah, serta aspirasi dari pihak lain yang disampaikan kepada pemerintah.

“Kebijakan ini bukan sekadar kemauan pemerintah, melainkan bentuk respons atas masukan dari berbagai pihak, termasuk para pedagang di kawasan Pasar Tanjung dan rekan-rekan mahasiswa,” ujar Gus Fawait, Senin (28/9).

Bupati menegaskan seluruh masukan, baik yang mendukung maupun menyampaikan keberatan, akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan pola penataan lalu lintas yang selaras dengan penataan dan revitalisasi Pasar Tanjung.

“Pada prinsipnya, kami menampung seluruh aspirasi. Baik yang mendukung maupun yang menyampaikan keberatan. Hasil dari uji coba rekayasa lalu lintas ini nantinya akan kami evaluasi bersama. Tujuannya adalah agar penataan maupun revitalisasi Pasar Tanjung dapat berjalan optimal dan membawa kebaikan bagi seluruh warga,” pungkasnya. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember penataan pkl rekayasa lalu lintas pasar tanjung Gus Fawait