Bikin Macet Parah Saat Jam Sibuk, Pengendara Minta Rekayasa Lalin Jalan Diponegoro Jember Diubah

Jumai RJ • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 07:22 WIB
KEPADATAN KENDARAAN: Kondisi Jalan Trunojoyo yang dipadati kendaraan, kemarin pagi (29/9). Pada hari ke dua ujicoba rekayasa lalin Jalan Samanhudi, ada dua jalan yang mengalami peningkatan volume kendaraan, Jalan A. Yani dan Jalan Trunoyojo. (JUMAI/RADAR JEMBER)
KEPADATAN KENDARAAN: Kondisi Jalan Trunojoyo yang dipadati kendaraan, kemarin pagi (29/9). Pada hari ke dua ujicoba rekayasa lalin Jalan Samanhudi, ada dua jalan yang mengalami peningkatan volume kendaraan, Jalan A. Yani dan Jalan Trunoyojo. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember — Perubahan arus di Jalan Samanhudi ternyata membuat beban kendaraan bertambah di dua ruas tersebut.

Kendaraan dari sejumlah arah kini bertemu di Jalan Trunojoyo, terutama saat jam berangkat sekolah dan kerja.

Kepadatan itu bukan hanya akibat kendaraan dari Jalan Ahmad Yani. Arus dari sejumlah ruas lain ikut menambah volume kendaraan di Jalan Trunojoyo.

Baca Juga: Hari Kedua Uji Coba Pengalihan Arus di Jember, Jalan Trunojoyo Macet Parah

Salah satunya kendaraan dari kawasan Gebang yang hendak menuju Jalan KH Shiddiq. Sejak arus di Jalan Samanhudi diubah, kendaraan tidak bisa lagi melintas melalui ruas tersebut.

Pengendara kini harus memutar. Dari kawasan Gebang menuju Jalan Sultan Agung, kemudian Jalan Ahmad Yani, dan selanjutnya masuk Jalan Trunojoyo. Rute yang lebih jauh tersebut akhirnya menambah beban kendaraan di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trunojoyo.

Karena itu, perubahan arus di Jalan Samanhudi dinilai perlu diikuti dengan rekayasa arus di Jalan Diponegoro. Kendaraan dari Jalan Sultan Agung seharusnya bisa diarahkan lurus ke selatan melalui Jalan Diponegoro hingga simpang tiga Jalan Trunojoyo.

Dengan begitu, kendaraan yang hendak menuju kawasan selatan tidak perlu memutar melalui Jalan Ahmad Yani. Beban kendaraan di ujung Jalan Trunojoyo pun bisa terbagi.

“Kalau perubahan arus ini diterapkan, seharusnya kendaraan dari Jalan Sultan Agung bisa lurus ke selatan melalui Jalan Diponegoro (Matahari, Red) sampai simpang tiga Jalan Trunojoyo,” kata Holik, warga Jalan Manggar, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang.

Baca Juga: Gerak Cepat Selamatkan Diri! Warga Pesisir Gumukmas Jember Padati Titik Kumpul Aman Bencana

Menurut dia, jalur tersebut bisa menjadi alternatif untuk mengurangi penumpukan kendaraan di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trunojoyo. Kendaraan dari arah Jalan Sultan Agung tidak semuanya harus diarahkan ke Jalan Ahmad Yani.

“Kalau bisa terus ke selatan lewat Jalan Diponegoro, kendaraan tidak perlu berputar lebih jauh,” ujarnya.

Kondisi di Jalan Trunojoyo sendiri semakin berat karena menjadi titik pertemuan kendaraan dari sejumlah ruas. Selain dari Jalan Ahmad Yani, arus kendaraan datang dari Jalan Gatot Subroto, Jalan Letjen Panjaitan, hingga Jalan Letjen Suprapto.

Aktivitas Pasar Kepatihan juga ikut memengaruhi kelancaran arus. Kendaraan yang berhenti maupun keluar-masuk pasar membuat ruas Jalan Trunojoyo semakin mudah mengalami penumpukan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Selasa (29/9) pagi, kepadatan kendaraan terlihat mulai Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Trunojoyo. Kepadatan paling terasa sekitar pukul 06.30 hingga mendekati pukul 07.00.

Waktunya bersamaan dengan orang tua mengantar anak sekolah dan warga berangkat kerja.

Sejumlah anggota Satlantas Polres Jember pun sudah melakukan pengaturan sejak pagi. Petugas berjaga mulai simpang tiga Jalan Ahmad Yani-Jalan Trunojoyo hingga simpang tiga Jalan Kartini.

Baca Juga: Tembus Kecepatan 55 Km/Jam! Atlet Downhill Jember Adam Muhamad Akbar Sabet Emas di Banyuwangi

Namun, volume kendaraan yang tinggi tetap membuat arus tersendat. Yoyok, 62, warga Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, salah satu yang merasakan dampaknya.

Setiap pagi, dia mengantar cucunya ke SDN Kepatihan 06. “Sekarang lebih padat. Apalagi waktunya bersamaan dengan anak sekolah dan orang berangkat kerja,” ujarnya.

Hari kedua uji coba pengalihan arus ini pun memperlihatkan titik kepadatan baru. Perubahan arus di Jalan Samanhudi membuat sebagian kendaraan harus menempuh jalur lebih jauh dan ikut menambah beban Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Trunojoyo.

Salah satu alternatif yang muncul adalah mengubah arus Jalan Diponegoro, sehingga kendaraan dari Jalan Sultan Agung bisa langsung bergerak ke selatan. Dengan begitu, arus kendaraan tidak bertumpu pada Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trunojoyo. (jum/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember jalan trunojoyo Dishub Jember uji coba lalu lintas pasar tanjung