Radar Jember – Malam kedua penertiban, pedagang sayur pikap di sepanjang Jalan Samanhudi memilih tak berjualan.
Deretan kendaraan yang biasanya memenuhi bahu jalan nyaris tak terlihat. Para pedagang memilih bersiap untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD dan Pendapa Pemkab Jember besok pagi.
Ketua Umum Laskar Jahanam Jember Dwi Agus Budiyanto mengatakan, sikap pedagang malam ini tidak berkaitan dengan gerakan anarkis.
Baca Juga: Adu Gengsi Ekshibisi Golkar vs Pemkot Probolinggo Warnai Pembukaan Bahlil Mini Soccer Zona 9
Keputusan tersebut bukan berarti pedagang ingin membuat situasi semakin panas.
Mereka memilih menghentikan aktivitas jualan untuk sementara, sekaligus mempersiapkan penyampaian aspirasi terkait kebijakan pengosongan pedagang di sepanjang Jalan Samanhudi.
Menurutnya, para pedagang hanya ingin menyampaikan keberatan melalui jalur aspirasi dan bertemu langsung dengan wakil rakyat serta pemerintah daerah.
Baca Juga: Malam Pertama Penertiban Pasar Tanjung, Madas Sedarah dan Laskar Jahanam Berjaga
"Teman-teman pedagang malam ini tidak berjualan. Ini bukan gerakan anarkis, tapi persiapan untuk besok menyampaikan aspirasi," katanya.
Dwi Agus mengatakan, pedagang akan mendatangi DPRD Jember besok Rabu (30/9) pagi hari.
Mereka ingin menyampaikan kondisi yang dialami setelah adanya kebijakan penertiban dan pengosongan pedagang di sepanjang Jalan Samanhudi.
Aspirasi tersebut juga diharapkan bisa membuka ruang pembicaraan antara pedagang dan pemerintah.
Setelah dari DPRD Jember, rombongan pedagang berencana melanjutkan ke Pendapa Pemkab Jember.
Mereka ingin meminta keadilan sekaligus menyampaikan keberatan atas kebijakan yang berdampak terhadap lapak tempat mereka mencari nafkah.
Menurut Dwi Agus, persoalan tersebut bukan sekadar soal keberadaan pedagang di bahu jalan.
Ada banyak pedagang yang sudah lama menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.
Baca Juga: Bawa Sport Tourism Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Karena itu, dia berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan dari sisi penataan kawasan, tetapi juga mempertimbangkan nasib pedagang.
"Pada dasarnya kami menghormati bilamana kebijakan tersebut ditujukan agar pedagang yang ada di dalam juga memiliki hak yang sama, namun caranya bukan berarti mematikan lapak pedagang lainnya," ujarnya.
Dwi Agus menegaskan Laskar Jahanam akan mendampingi pedagang dalam menyampaikan aspirasi.
Dia berharap pertemuan dengan DPRD dan Pemkab Jember dapat menghasilkan ruang dialog serta solusi bagi pedagang sayur pikap maupun blenjo yang selama ini berjualan di Jalan Samanhudi.
"Kami ingin meminta keadilan. Besok kami sampaikan aspirasi ke DPRD dan Pendapa. Mudah-mudahan ada solusi yang tidak merugikan pedagang," pungkasnya. (jum/dhi)
Editor : M ADHI SURYA