Radar Jember – Sebatang cerutu tak lahir begitu saja. Di balik gulungan tembakau yang mengepulkan aroma khas, ada tanah, benih, tangan-tangan pekerja, proses pengeringan, fermentasi, hingga ketelitian dalam memilah lembar demi lembar daun.
Rangkaian proses itulah yang coba diselami musisi nasional Angga Puradiredja bersama Arya Aditya Ramadhya atau akrab dipanggil Lale, Maliq & D’Essentials, saat berkunjung ke BIN Cigar, Jember.
Bukan sekadar singgah, kedatangan mereka menjadi kesempatan untuk mengenal cerutu lebih dalam, dari bahan baku hingga menjadi produk siap dinikmati.
Angga dan Lale datang sebagai penikmat cerutu. Komisaris Utama BIN Cigar Febrian Ananta Kahar mengatakan, mereka merupakan salah satu cigar aficionado Indonesia. Mereka juga memiliki ketertarikan terhadap karakter Cuban taste. Kebetulan, BIN Cigar memiliki benih dari Kuba. “Mereka memang penggemar cerutu. Mereka salah satu cigar aficionado Indonesia,” ujar Febrian.
Baca Juga: Minim Regenerasi, Pordasi Jember Bakal Sosialisasi Olahraga Berkuda ke Sekolah-Sekolah
Karakter rasa seperti creamy, karamel, cokelat, dark chocolate, hingga woody menjadi hal yang ingin mereka eksplorasi lebih jauh.
Febrian memperkenalkan Jember sebagai Kota Tembakau dan Cerutu. Menurutnya, Jember telah dikenal sebagai daerah tembakau sejak zaman Belanda dan menjadi salah satu daerah yang masih eksis untuk tembakau cerutu. “Selamat datang di Jember, Kota Cerutu Indonesia dan Kota Tembakau,” kata Febrian.
Para tamu diajak melihat proses mulai dari bedengan dan penanaman. Setelah dipanen, tembakau dikeringkan dari hijau menjadi cokelat, kemudian difermentasi dan disortasi sebelum masuk ke proses pembuatan cerutu. “Cerutu yang baik berasal dari tembakau yang baik. Tembakau yang baik ada di Jember,” tutur Febrian.
Baca Juga: Hanung Bramantyo Ajak Generasi Muda Jember Melek Sejarah Lewat Film 'Lobang Buaya'
Menurut Febrian, kunjungan Angga dan Lale juga penting karena mereka memiliki nama, pertemanan, dan komunitas yang dapat ikut mengenalkan Jember lebih luas. “Jember ini butuh kunjungan. Kita membutuhkan orang-orang yang tertarik datang, mengenal, kemudian melihat potensi yang bisa dikembangkan di Jember,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak orang mengenal Jember sehingga terbuka peluang untuk membangun jejaring, kerja sama, dan investasi. “Banyak yang bisa dikerjakan untuk Jember tercinta ini,” katanya.
Membuka Jalan Kolaborasi
Direktur Utama BIN Cigar Imam Wahid Wahyudi mengatakan, kunjungan tersebut juga membuka pembicaraan mengenai peluang kolaborasi dengan Angga dan Lale.
Pembahasan awal mencakup tipe produksi, desain, serta strategi branding dan pemasaran. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka segmen dan jaringan pemasaran baru sekaligus semakin mengenalkan cerutu Jember.
“Di samping beliau juga penikmat cigar, akan ada kerja sama yang berkaitan dengan cigar untuk makin mem-branding cigar Jember ke semua segmen, baik dalam negeri maupun luar negeri,” jelas Imam.
Dari Penikmat Menjadi Pembelajar
Bagi Angga dan Lale, vokalis dan gitaris Maliq & D’Essentials, kunjungan ke BIN Cigar menjadi kesempatan untuk memahami cerutu lebih jauh.
Angga mengatakan, dirinya bersama Lale memang telah menjadi penikmat cerutu dan memiliki gagasan untuk membuat brand cigar. Keinginan tersebut berkembang setelah dirinya berkenalan dengan Febrian yang kemudian menyarankan mereka datang langsung ke Jember.
Baca Juga: Disporabudpar Jember Gandeng BPK XI Usut Hilangnya Yoni Kuno di Situs Pocangan
“Selama ini kita cuma penikmat. Kita cuma sok tahu soal rasanya, bentuknya, experience-nya. Jadi, kita ingin tahu sebenarnya esensi cigar itu apa,” ujar Angga.
Keduanya kemudian melihat langsung proses di BIN Cigar hingga cerutu siap dinikmati. Dari sana, mereka memahami bahwa cerutu yang dinikmati merupakan hasil dari proses panjang.
Lale menambahkan, kunjungan tersebut juga membuat mereka mengenal lebih jauh klasifikasi tembakau. Selama ini, mereka mengenal cerutu dari merek dan pengalaman rasa. Menariknya, sejumlah cerutu Indonesia yang pernah dinikmati Angga dan Lale ternyata merupakan produk BIN Cigar. Ia baru mengetahui hal tersebut setelah datang langsung ke Jember.
Selain proses produksi, Angga dan Lale juga melihat berbagai produk yang pernah dikerjakan BIN Cigar bersama para partner, mulai dari produk untuk dijual, merchandise, hingga kebutuhan pribadi. “Banyak sekali opportunity yang bisa digali setelah kunjungan di sini,” ujar Angga. (c2)
Editor : Imron Hidayatullahh