Disporabudpar Jember Gandeng BPK XI Usut Hilangnya Yoni Kuno di Situs Pocangan

Sidkin • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 07:15 WIB
TINGGAL KENANGAN: Batu yoni yang berada di Situs Pocangan, Kecamatan Sukowono. Batu dari peninggalan era klasik tersebut telah dilaporkan hilang. (DISPORABUDPAR JEMBER )
TINGGAL KENANGAN: Batu yoni yang berada di Situs Pocangan, Kecamatan Sukowono. Batu dari peninggalan era klasik tersebut telah dilaporkan hilang. (DISPORABUDPAR JEMBER )

Radar Jember - Laporan mengenai hilangnya dua yoni membuat Bidang Kebudayaan Disporabudpar Jember turun langsung ke Situs Pocangan.

Pemeriksaan dilakukan bukan hanya untuk memastikan benda tersebut benar-benar tidak ada, tetapi juga menggali keterangan dari orang-orang yang mengetahui kondisi situs.

Dari pengecekan tersebut, laporan kehilangan dinyatakan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Jember Agung Nugroho mengatakan, informasi awal diterima dari RZ Hakim.

Baca Juga: Ada Celah 9.815 Kuota Bansos Tak Terserap, Pemkab Jember Minta Kemensos Isi Serentak

Tim kemudian menemui warga dan pemilik lahan di sekitar situs untuk mencari tahu kapan terakhir kali dua benda tersebut terlihat.

“Memang benar sepasang batu yoni di Situs Pocangan hilang. Kami sudah mengecek ke sana dan batu yoni tersebut sudah tidak ada,” kata Agung.

Dari pemeriksaan tersebut, Disporabudpar mendapatkan gambaran bahwa kehilangan kemungkinan terjadi sekitar dua bulan sebelum dilaporkan.

Keterangan warga juga menjadi dasar munculnya dugaan bahwa empat orang yang sebelumnya datang ke lokasi berkaitan dengan waktu terakhir dua yoni terlihat.

Baca Juga: Super El Nino Terkuat Terjadi, BMKG Imbau Warga Jember Hemat Air dan Waspada Karhutla

Namun, siapa yang mengambil dan ke mana benda tersebut dibawa belum diketahui.

Selain kehilangan, pemeriksaan lapangan menemukan beberapa hal yang memperlihatkan bahwa kawasan tersebut masih menyimpan struktur dan benda yang perlu mendapat perhatian.

Ada susunan batu bata yang diduga bagian dari struktur kuno, sisa gerabah serta benda lain di sekitar situs.

Dua yoni yang hilang disebut diduga berasal dari era klasik zaman Medang atau sebelum Majapahit dan sebelumnya berada di kawasan pemakaman kuno Asta Pocangsari atau Mocangsari.

Disporabudpar meneruskan informasi kehilangan itu kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur.

Koordinasi tersebut diperlukan untuk menentukan langkah penanganan terhadap benda yang diduga cagar budaya, termasuk kemungkinan langkah hukum.

Baca Juga: Kasus ISPA di Jember Melonjak Jadi 369 Kasus, Balita Jadi Kelompok Paling Rentan

“Kami sudah melaporkan hilangnya dua yoni tersebut kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur dan masih menunggu saran dari lembaga tersebut, termasuk langkah hukum yang perlu dilakukan,” ujar Agung. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
situs bersejarah yoni hilan di jember Jember peninggalan sejarah cagar budaya