Radar Jember – Pasar Tanjung adalah pasar induk Jember yang simpul ekonomi rakyat di Kabupaten Jember. Hasil bumi dari pelosok desa itu berdatangan untuk dijajakan di Pasar Tanjung.
Bahkan, Bupati Jember Muhammad Fawait menaruh perhatiannya terhadap Pasar Tanjung sejak dia dilantik pada medio Februari 2025 lalu.
Sebelum masuk ke Pendapa Wahyawibawagraha, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu langsung ke Pasar Tanjung.
Baca Juga: Saksi Bisu Kolonial! Menara Air Pasar Tanjung Jember Ternyata Dibangun Perusahaan Beton Asal Belanda
Bahkan baru-baru ini (22/9) saat ada demonstrasi dari pedagang Pasar Tanjung dan Mahasiswa, Bupati Gus Fawait ini langsung menemui dan berdialog langsung ke pendopo.
"Kami ingin cari solusi yang memprioritaskan warga lokal Jember agar tidak ada lagi konflik antara pedagang atas, bawah, maupun pedagang di jalan. Semua kebijakan yang disepakati akan langsung diuji coba," katanya, usai dialog.
Polemik pasar tradisional terbesar di Jember ini bermula dari soal ketimpangan antar pedagang di lantai bawah dan atas, lalu lintas yang dianggap semrawut hingga soal jam operasional.
Aspirasi itu mengemuka di tengah rencana pemda yang akan merevitalisasi Pasar Tanjung dengan dana Rp 250 miliar.
Dialog itu sedikitnya membuahkan tiga mufakat penting. Di antaranya, penerapan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Samanhudi guna memperlancar akses kendaraan dan bongkar muat.
Baca Juga: Awas Penularan di Faskes! Rawat Inap karena Diare, Balita di Tegalbesar Jember Justru Tertular Bapil
Kemudian, pembentukan Satgas Gabungan Penataan Pasar untuk mengawasi ketertiban lalu lintas serta area lapak.
Serta penetapan aturan waktu operasional berdagang demi membatasi aktivitas melapak yang memakan badan jalan utama.
"Tidak mungkin kami bikin kebijakan langsung sempurna, langsung bagus. Tapi kami hari ini mencoba berikhtiar untuk menindaklanjuti apa yang menjadi kebutuhan pedagang," imbuh Gus Fawait.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopumdag) Jember Sartini, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah kapasitas penampungan di lantai dua serta pemetaan relokasi untuk memuat pedagang yang melapak di bahu jalan.
"Tentu penataan ini butuh sinergi lintas instansi," tambah dia. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh