Radar Jember - Suara riuh rendah anak-anak mengeja kata berpadu dengan keheningan udara pagi di Desa Sumberanget, Kecamatan Ledokombo, kawasan utara Jember.
Di dalam sebuah musala berukuran tak lebih dari 4x3 meter persegi, ada enam anak: tiga siswa dan tiga siswi duduk bersila di atas lantai beralaskan karpet hijau.
Tidak ada deretan meja kayu yang biasa digores pensil atau kursi berukir. Hanya sebuah papan tulis yang disandarkan di dinding.
Baca Juga: Bikin Geram! Depan SDN Puger Kulon 01 Jember Jadi TPS Liar, Bau Busuk Resahkan Siswa dan Guru
Di tengah keterbatasan itu, seorang guru mengajar dengan penuh ketelatenan, membimbing jemari, dan pandangan murid-muridnya menelusuri tiap bab pelajaran.
Pemandangan ini bukan bagian dari pesantren kilat atau kegiatan mengaji sore hari, tapi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal siswa SDN Sumberanget 01 Ledokombo.
Sudah sekitar tiga pekan terakhir, anak-anak dan para guru menempati musala di sekitar lingkungan sekolah mereka.
Selain di tempat berukuran 4x3 meter ini, dua kelompok belajar lainnya juga menempati dua musala lain di sekitar desa dengan jumlah siswa yang lebih banyak.
Baca Juga: Update Penerima Bansos Jember, Cek Data Terbaru Lewat Layanan Dinsos
Langkah ini diambil lantaran gedung sekolah tempat mereka biasa menimba ilmu sedang mengalami pemugaran total.
Bangunan lama yang sudah bertahun-tahun rusak parah kini tengah dilakukan perbaikan besar-besaran.
Hardiyana Juni Mustafa, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Sumberanget 01, menuturkan bahwa meski tempat belajar berpindah dan serba terbatas, proses pembelajaran tetap diupayakan berjalan seoptimal mungkin.
"Karena sekolah kami sedang melakukan rehab, jadi kami melaksanakan KBM di musala. Ngajarnya disesuaikan dengan banyaknya siswa. Karena siswa yang sekarang saya emban saat ini sedikit, jadi musalanya lebih kecil," kata Hardiyana.
Untuk menyiasati keterbatasan ruang, maka pihak sekolah membagi jadwal pembelajaran menjadi dua sif antara kelas bawah dan kelas atas.
Hardiyana menjelaskan, untuk kelas rendah seperti kelas 2, KBM dimulai sejak pukul 07.00 hingga 09.30 WIB. Setelah itu, giliran kelas atas seperti kelas 6 yang masuk mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB.
Baca Juga: Saksi Bisu Kolonial! Menara Air Pasar Tanjung Jember Ternyata Dibangun Perusahaan Beton Asal Belanda
"Alhamdulillah sampai saat ini pelaksanaan proses pembelajaran lancar dan tidak ada gangguan sama sekali, walaupun tempat musala yang kami tempati saat ini mungkin sempit," imbuh guru PAI itu.
Pola sif dan tempat yang sempit tak sedikit pun melunturkan keceriaan murid-murid. Bagi mereka terpenting adalah tetap bisa berkumpul dan belajar bersama teman-teman seperjuangan.
Kepolosan dan ketangguhan itu terpancar dari wajah Deby Veronika Aisyah, siswi kelas 6 SDN Sumberanget 01. Saat ditanya mengenai kesannya belajar di lantai musala, Deby tersenyum tipis.
"Senang meskipun agak sempit tempatnya. Karena masih bisa belajar bersama-sama," kata Deby penuh kepolosan.
Deby dan teman-temannya menyimpan ingatan kelam tentang kondisi gedung sekolah mereka sebelum dibongkar. Bangunan lama kerap menjadi ancaman kenyamanan saat hujan turun.
Baca Juga: Awas Penularan di Faskes! Rawat Inap karena Diare, Balita di Tegalbesar Jember Justru Tertular Bapil
"Bocor kalau hujan. Pintunya ada yang bolong-bolong," kenang Deby lirih. Karena itu, ia mengaku sangat gembira melihat sekolahnya kini mulai dibangun kembali.
Asa anak-anak Sumberanget kini digantungkan pada proyek pemugaran tersebut. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, SDN Sumberanget 01 merupakan salah satu penerima manfaat dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dari pemerintah dengan total anggaran mencapai Rp 1,45 miliar.
Melalui proyek ini, SDN Sumberanget 01 akan mendapatkan perbaikan menyeluruh. Rincian pekerjaan meliputi rehabilitasi 6 ruang teori/kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang, pembangunan 3 unit toilet baru beserta sanitasinya, serta pemugaran 1 ruang perpustakaan dan 1 ruang UKS.
Kini, sambil menunggu dinding-dinding kokoh dan atap baru sekolah mereka berdiri sempurna, lantai dingin musala menjadi saksi bisu perjuangan anak-anak desa di pinggiran Jember ini.
"Kami sengaja mendesain KBM di Musala agar KBM tetap berjalan, meski sekolahnya sedang diperbaiki. Mudah-mudahan nanti ketika sudah selesai anak-anak bisa senang dan tambah semangat belajarnya," tambah Desi Ratna S, Pelaksana Tugas Kepala SDN Sumberanget 01. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh