Radar Jember - Pembangunan saluran air atau waterleiding dalam bahasa Belanda di Jember diawali dengan pengeboran sejumlah titik sumur artesis di wilayah sekitar Jember.
Setelah itu, barulah dibangun menara air yang berada di kawasan Pasar Tanjung, yang saat itu masih dikenal sebagai Pasar Jember.
Menara air tersebut dilengkapi hidran berkapasitas besar. Penempatannya di dekat pasar merupakan bagian dari persyaratan pembangunan, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan air bagi kepentingan umum.
Baca Juga: Bukan Sekadar Formalitas! Bupati Jember keluarkan SE Gerakan Donor Darah Rutin untuk ASN
Sejarawan Jember, Yohanes Setiyo Hadi, menerangkan bahwa informasi mengenai rencana pembangunan tersebut diberitakan dalam surat kabar De Indische Courant edisi 21 Juni 1930.
Menurut Yopi, sapaan akrab Yohanes Setiyo Hadi, pada September 1931 menara air di Pasar Jember telah selesai dibangun dan siap digunakan. Saat itu, nama Pasar Tanjung belum digunakan.
“Ditetapkan penggunaan awal pada tanggal 1 November 1931. Kalau data ini diberitakan dalam De Indische Courant pada 9 September 1931,” ujar salah seorang pengurus Lesbumi PCNU Jember tersebut.
Yopi menjelaskan, pembangunan menara air itu dikerjakan oleh De Hollandsch Beton Mij, sebuah perusahaan beton asal Belanda. Pelaksanaan teknis pembangunan ditangani oleh Ir. S. Snurf.
Baca Juga: Awas Penularan di Faskes! Rawat Inap karena Diare, Balita di Tegalbesar Jember Justru Tertular Bapil
“Pembangunan menara air ini dilakukan sejak 1 Februari 1931,” ujarnya.
Sebelum menara air dibangun, pekerjaan diawali dengan pembangunan jaringan pipa serta pengeboran sejumlah titik sumur artesis untuk mendukung sambungan air ke rumah-rumah warga.
Sementara itu, jaringan pipa air disebut telah tersedia sebelum pembangunan menara air dimulai.
Setelah melalui seluruh tahapan pembangunan, menara air tersebut kemudian diresmikan dan mulai digunakan pada 1932.
Editor : Imron Hidayatullahh