Radar Jember – Batuk dan pilek (bapil) pada anak menjadi keluhan yang cukup sering ditemui di rumah sakit. Kondisi tersebut juga dialami Aini, warga Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, saat membawa anaknya yang berusia 18 bulan ke rumah sakit.
Awalnya, anak Aini hanya mengalami diare dan demam. Karena khawatir, ia membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dengan dugaan awal mengalami muntaber.
Namun, sesampainya di instalasi gawat darurat (IGD), Aini melihat banyak pasien anak dengan keluhan batuk, pilek, dan demam. “Di IGD hampir semuanya anak-anak. Rata-rata batuk, pilek, dan demam. Bahkan katanya ada yang terkena influenza,” ujar Aini.
Baca Juga: Jangan Asal Bikin Kenyang, Ini Urusan Nyawa! Pj Sekda Jember Ancam Sanksi Tegas Pengelola Dapur MBG
Kondisi rumah sakit yang penuh membuat anaknya belum bisa langsung mendapatkan kamar perawatan. Untuk sementara, mereka harus menunggu di ruang transit yang juga dipenuhi pasien anak dengan keluhan serupa.
Kekhawatiran Aini semakin besar karena saat pertama kali datang, anaknya belum mengalami batuk maupun pilek. Sehari kemudian, kamar perawatan tersedia. Namun, anaknya masih berada dalam satu ruangan dengan pasien lain yang mengalami keluhan pernapasan.
Kekhawatiran tersebut akhirnya terjadi. Setelah sekitar dua hari dirawat, anak Aini mulai batuk yang kemudian disusul pilek. Meski demikian, anaknya tidak mengalami kesulitan bernapas dan tetap mendapatkan penanganan dari tenaga medis.
“Awalnya tidak batuk pilek, hanya demam dan diare. Setelah dua hari dirawat mulai batuk lalu pilek dan akhirnya diberi obat,” katanya.
Selama sekitar lima hari menjalani perawatan, kondisi anaknya perlahan membaik. Selain obat, ia juga mendapat terapi nebulizer untuk membantu melonggarkan saluran pernapasan. Setelah dinyatakan membaik, anak tersebut diperbolehkan pulang.
Baca Juga: Waspada Love Scam hingga APK WhatsApp! OJK Jember Catat 3.545 Laporan Penipuan Sepanjang Periode Ini
Namun, beberapa waktu kemudian Aini dan suaminya justru mengalami batuk dan pilek yang disertai sakit kepala, nyeri otot, serta badan lemas. Untuk mencegah penularan, keluarga mengurangi aktivitas di luar rumah selama hampir sepekan. “
Kalau terpaksa keluar, kami pakai masker. Anak juga sementara tidak saya ajak bermain dengan anak-anak lain karena takut menular,” tuturnya.
Pengalaman serupa dialami Roni A, warga Kecamatan Kalisat. Anak Roni sejak awal mengalami batuk dan pilek yang kemudian disusul demam tinggi.
Kondisi tersebut membuat keluarga membawanya ke rumah sakit, meski sejumlah fasilitas kesehatan yang didatangi dalam kondisi penuh.
“Sejak awal memang batuk dan pilek, kemudian beberapa hari setelah itu demamnya tinggi. Akhirnya kami bawa ke rumah sakit meski banyak yang penuh,” ungkap Roni. Ia berharap kasus infeksi saluran pernapasan seperti batuk, pilek, dan flu dapat segera mereda sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh