Radar Jember – Kesadaran sebagian warga untuk menjaga kebersihan lingkungan di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, masih menjadi perhatian.
Pasalnya, masih ditemukan warga yang membuang sampah rumah tangga sembarangan.
Salah satu lokasi yang menjadi tempat pembuangan sampah berada tepat di depan SDN Puger Kulon 01, Desa Puger Kulon.
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona Jember Gelar TM, 16 Tim dari Jember, Bondowoso, dan Lumajang Siap Bersaing
Selain di lokasi tersebut, sampah rumah tangga juga ditemukan di sejumlah titik, seperti di pinggir jalan menuju pantai dan sekitar tempat pelelangan ikan (TPI).
Tumpukan sampah di depan SDN Puger Kulon 01 mulai mengeluarkan bau menyengat dan mengundang banyak lalat.
Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu kenyamanan siswa, guru, maupun orang tua yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.
“Yang paling tidak, warga jangan membuang sampah di depan lembaga SD. Setiap pagi banyak siswa dan orang tua yang keluar masuk. Seharusnya pemerintah desa memasang imbauan atau ada petugas yang mengawasi,” ujar Sunar, 45, warga Mojosari yang biasa mengantar keponakannya bersekolah.
Baca Juga: Alihkan Objek Jaminan Fidusia, Pria di Jember dan Oknum Penadah Motor Divonis 1 Tahun 6 BulanPenjara
Menurutnya, sampah yang dibuang warga sebenarnya tidak selalu dalam jumlah banyak. Namun, jika dilakukan terus-menerus, sampah tersebut akhirnya menumpuk hingga berserakan di sekitar papan nama sekolah.
“Kalau dibiarkan, sampah biasanya menumpuk di depan papan nama SD. Selain itu, sampah juga mulai mengeluarkan bau menyengat,” katanya.
Kondisi tersebut dinilai semakin mengganggu ketika musim penghujan. Sampah rumah tangga yang terkena air hujan lebih cepat membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap.
“Kalau musim penghujan, sampah semakin berserakan dan cepat bau. Sebab, yang dibuang merupakan sampah rumah tangga,” pungkas Sunar. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh