Waspada Love Scam hingga APK WhatsApp! OJK Jember Catat 3.545 Laporan Penipuan Sepanjang Periode Ini

Sidkin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 06:00 WIB
Kami terus mengingatkan kepada masyarakat, jangan memberikan KTP atau identitas pribadi kepada orang yang tidak dikenal.” ARIS BUDIMAN, Kepala OJK Jember. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
Kami terus mengingatkan kepada masyarakat, jangan memberikan KTP atau identitas pribadi kepada orang yang tidak dikenal.” ARIS BUDIMAN, Kepala OJK Jember. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Belanja online yang mestinya memudahkan justru menjadi celah penipuan yang paling banyak dilaporkan masyarakat Jember. Data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) hingga 31 Juli 2026 mencatat 3.545 laporan penipuan dari Jember.

Dari jumlah tersebut, modus jual beli online menempati urutan pertama dengan 626 laporan, disusul penipuan mengaku sebagai pihak lain atau fake call sebanyak 330 laporan dan penipuan investasi sebanyak 173 laporan.

Besarnya angka tersebut menunjukkan pola penipuan semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Selain transaksi belanja daring, pelaku memanfaatkan telepon, media sosial hingga aplikasi pesan untuk meyakinkan calon korban.

Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona Jember Gelar TM, 16 Tim dari Jember, Bondowoso, dan Lumajang Siap Bersaing

“Secara keseluruhan, jumlah laporan paling banyak itu jual beli online, ada 113 ribu laporan. Dan di Jember, jumlahnya mencapai 626 laporan,” kata Aris Budiman, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, kemarin.

Di Jember, penipuan melalui media sosial menempati posisi keempat dengan 162 laporan. Kemudian penipuan penawaran kerja sebanyak 159 laporan dan penipuan mendapatkan hadiah sebanyak 130 laporan.

Modus penawaran kerja menjadi perhatian karena pelaku memanfaatkan kebutuhan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. “Zaman sekarang kan cari kerja susah, ini masih kena tipu. Masih ada orang yang tipu ini,” ujarnya.

Modus berikutnya adalah social engineering dengan 101 laporan dan phishing sebanyak 83 laporan. Dua modus tersebut sama-sama memanfaatkan kelengahan korban untuk mendapatkan informasi maupun akses yang seharusnya bersifat pribadi.

Masyarakat juga perlu mewaspadai komunikasi yang terlihat meyakinkan, termasuk telepon atau pesan yang mengatasnamakan seseorang maupun lembaga tertentu, karena fake call menjadi modus dengan laporan terbanyak kedua di Jember.

Baca Juga: DPD Golkar Lumajang Resmi Berangkatkan 3 Sekolah ke Bahlil Mini Soccer Zona Jember

Dua modus lain yang masuk daftar sepuluh besar adalah love scam sebanyak 38 laporan dan penyebaran APK (Android Package Kit) melalui WhatsApp sebanyak 29 laporan.

Khusus love scam, pelaku biasanya membangun komunikasi dan kedekatan dengan korban sebelum akhirnya mengarah pada permintaan uang atau bantuan tertentu. “Yang menarik love scam, ada 38 love scam. Nah, ini saya bilang hati-hati,” tegasnya.

Jika seluruhnya dijumlahkan, sepuluh modus tersebut mencapai 1.831 laporan, atau sekitar 51,6 persen dari total laporan IASC di Jember.

Angka itu memperlihatkan bahwa penipuan tidak hanya berkaitan dengan investasi bodong, tetapi juga menyusup melalui aktivitas sederhana seperti berbelanja, mencari pekerjaan, menerima hadiah, hingga berkomunikasi melalui media sosial.

"Kami terus mengingatkan kepada masyarakat, jangan memberikan KTP atau identitas pribadi kepada orang yang tidak dikenal. Karena sekarang modus penipuan itu sangat banyak. Jadi harus lebih berhati-hati,” tegasnya.

Peringatan tersebut semakin penting karena secara keseluruhan IASC hingga Juli 2026 telah berhasil mengembalikan Rp204,3 miliar dana kepada korban, sementara sekitar 607 ribu rekening telah diblokir dengan total dana mencapai Rp724 miliar.

Baca Juga: Aksi PHL Polsek Wuluhan Jember Sapu Pasir di Jalan demi Cegah Pemotor Terpeleset

Besarnya angka pemblokiran menunjukkan skala penipuan digital yang tidak kecil dan membutuhkan kewaspadaan bersama. (kin/dwi)

TOP TEN MODUS PENIPUAN DI JEMBER
1. Jual beli online — 626 laporan
2. Fake call — 330 laporan
3. Penipuan investasi — 173 laporan
4. Penipuan melalui media sosial — 162 laporan
5. Penipuan penawaran kerja — 159 laporan
6. Penipuan mendapatkan hadiah — 130 laporan
7. Social engineering — 101 laporan
8. Phishing — 83 laporan
9. Love scam — 38 laporan
10. APK via WhatsApp — 29 laporan

Total 10 modus: 1.831 laporan
Total laporan Jember: 3.545 laporan
Sumber: IASC/OJK, November 2024–31 Juli 2026

Editor : Imron Hidayatullahh
love scam penipuan online Scam ojk jember