Aksi PHL Polsek Wuluhan Jember Sapu Pasir di Jalan demi Cegah Pemotor Terpeleset

Jumai RJ • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 18:42 WIB
PENJAGA KESEIMBANGAN JALAN: Sahid, PHL Polsek Wuluhan, dengan telaten menyapu ceceran pasir di Jalan Pahlawan, Desa Dukuhdempok, demi memastikan pengendara motor terbebas dari ancaman terpeleset. (JUMAI/RADAR JEMBER)
PENJAGA KESEIMBANGAN JALAN: Sahid, PHL Polsek Wuluhan, dengan telaten menyapu ceceran pasir di Jalan Pahlawan, Desa Dukuhdempok, demi memastikan pengendara motor terbebas dari ancaman terpeleset. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Demi keselamatan pengguna jalan ada banyak orang-orang yang bekerja tanpa pamrih. Seperti yang dilakukan Pegawai Harian Lepas (PHL) Polsek Wuluhan menyapu pasir liar di Jalan Pahlawan demi mencegah roda dua tergelincir

Ketika sebagian besar orang masih menikmati sejuknya pagi atau sibuk merapikan rencana harian, Sahid sudah akrab dengan suara khas gesekan sapu ijuk di atas aspal panas.

Di depan Mapolsek Wuluhan, Jalan Pahlawan, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, pria berdedikasi tinggi ini mengawali hari bukan dengan duduk manis di balik meja, melainkan berjibaku dengan debu dan kerikil.

Baca Juga: Alihkan Objek Jaminan Fidusia, Pria di Jember dan Oknum Penadah Motor Divonis 1 Tahun 6 BulanPenjara

Bagi kebanyakan orang yang lewat, butiran pasir yang berceceran di jalan raya mungkin tampak sepele dan tak lebih dari sekadar kotoran biasa. Namun di mata Sahid, serpihan material tersebut adalah ancaman nyata yang siap merenggut keseimbangan pengendara yang lalai sekian detik saja.

Rutinitas harian ini telah menjadi bagian dari napas hidupnya demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang melintas. Tanpa perlu menunggu instruksi formal atau sorotan kamera, ia dengan sukarela membawa sapunya ke badan jalan yang padat kendaraan.'

Jalur di depan kantor polisi ini memang bukan jalanan biasa, melainkan salah satu urat nadi transportasi lokal yang menghubungkan berbagai kawasan sibuk di selatan Jember.

Setiap hari, ribuan roda kendaraan berputar di atas aspal tersebut, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga sepeda motor warga yang hilir mudik tanpa henti.

Kondisi jalan yang ramai ini justru berisiko tinggi ketika material seperti pasir bangunan atau tanah terbawa truk dan tercecer di tengah jalur aspal.

Baca Juga: Alihkan Objek Jaminan Fidusia, Debitur FIFGROUP Jember Akhirnya Divonis 1 Tahun Penjara

Pasir-pasir liar ini terkenal sangat lihai menyamar dan bertindak layaknya "ranjau licin" yang siap menjatuhkan pengendara motor, terutama saat mereka harus melakukan pengereman mendadak atau mengambil lajur menikung.

Pengendara roda dua yang melintas dalam kecepatan sedang bisa mendadak kehilangan kendali hanya karena ban motor mereka menginjak hamparan pasir tipis yang licin.

Sahid sangat memahami betul bahaya tersembunyi di balik butiran-butiran kecil tersebut, sehingga ia tak pernah absen membersihkannya setiap hari.

Aktivitas bersih-bersih ini tentu bukan perkara mudah di tengah arus lalu lintas yang padat dan dinamis.

Ia harus pandai-pandai mencari waktu sela di antara deru kendaraan yang datang dari berbagai arah, baik pengendara dari arah Ampel yang hendak meluncur menuju Ambulu, maupun warga lokal dari arah barat mapolsek yang hendak berbelok. 

"Apalagi ada pengendara sepeda motor yang dari arah Ampel hendak ke arah Ambulu, demikian juga pengendara dari barat mapolsek yang hendak ke kiri. Makanya pasir di tengah jalan harus saya bersihkan, agar tidak ada pengendara motor yang jatuh," ungkap Sahid.

Baca Juga: Pemkab Jember Pacu Optimalisasi Dana CSR Swasta untuk Dukung Layanan Kesehatan

Baginya, melihat para pengendara melintas dengan selamat tanpa ada insiden terpeleset adalah kepuasan batin yang jauh lebih berharga daripada lelah fisik yang mendera sekujur tubuhnya di bawah terik matahari pagi.

Bagi warga sekitar dan pengendara yang rutin melintasi jalur tersebut, kehadiran sosok Sahid dengan sapu ijuknya mungkin sudah menjadi pemandangan yang lazim namun penuh makna.

Jarang ada yang menyadari bahwa di balik mulusnya perjalanan mereka setiap pagi, ada tangan-tangan telaten yang memungut dan menyingkirkan potensi bahaya di atas aspal.

Aksi konsisten ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap keselamatan sesama tidak selalu harus lahir dari program-program besar instansi, melainkan bisa dimulai dari kesadaran individu yang tulus dalam merawat lingkungan sekitarnya. (jum/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
polsek wuluhan pengendara tergelincir Jember