Bisa Picu Sesak dan Kejang, Ketua IDI Jember Paparkan Tanda Bahaya Influenza A Anak

M Adhi Surya • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB
“Kalau anak sesak, napasnya cepat atau terengah-engah, ada pernapasan cuping hidung, tarikan ke dalam di dinding dada, bibir atau ujung jari tampak kebiruan, kemudian kejang atau penurunan kesadaran, segera periksakan.” dr ALI SHODIKIN, Dokter Spesialis Anak dan Ketua IDI Jember.
 “Kalau anak sesak, napasnya cepat atau terengah-engah, ada pernapasan cuping hidung, tarikan ke dalam di dinding dada, bibir atau ujung jari tampak kebiruan, kemudian kejang atau penurunan kesadaran, segera periksakan.” dr ALI SHODIKIN, Dokter Spesialis Anak dan Ketua IDI Jember.  

Radar Jember – Demam anak mendadak melonjak tinggi. Dalam waktu singkat, suhu tubuh bahkan bisa menembus 40 derajat Celsius.

Kondisi seperti ini perlu dicermati orang tua. Sebab, keluhan yang sekilas tampak seperti flu biasa bisa berkaitan dengan infeksi influenza A.

Dokter Anak RS Bina Sehat Jember, dr M Ali Shodikin SpA mengatakan, influenza A tidak memiliki gejala yang benar-benar khas. Pilek, batuk, demam, nyeri tenggorokan hingga pegal pada otot dan persendian juga bisa muncul pada flu biasa. 

Baca Juga: Dan Terjadi Lagi: 28 Anak di Jember Diduga Keracunan Usai Menyantap Menu MBG

“Tidak ada gejala khas yang spesifik untuk flu karena virus influenza A. Gejalanya mirip dengan flu biasa,” katanya.

Hal yang membedakan, lanjut dia, pada influenza A keluhan bisa muncul lebih berat. Demam cenderung datang mendadak dan suhunya dapat lebih dari 40 derajat Celsius.

Batuk serta pilek juga bisa lebih berat. Nyeri otot dan persendian terasa lebih kuat, bahkan dapat disertai mual, muntah dan penurunan nafsu makan.

Karena itu, anak yang mulai menunjukkan gejala flu ringan sebaiknya tidak dipaksa beraktivitas. Untuk sementara, anak perlu beristirahat di rumah dan diliburkan dari sekolah, les maupun kegiatan mengaji atau taman pendidikan Alquran.

 Asupan makanan bergizi dengan karbohidrat, protein, lemak, serat dan vitamin juga perlu diperhatikan.

Baca Juga: Awas Lahan Kosong Perkotaan Mudah Terbakar! BPBD Jember Minta Warga Waspadai Pemicu Karhutla

Jam tidur juga jangan dianggap sepele. Ali meminta orang tua memastikan anak cukup tidur pada malam hari.

Kebiasaan begadang, keluyuran atau terlalu lama menonton TV, bermain HP dan game hingga larut malam sebaiknya dihentikan selama anak mengalami keluhan.

Namun, orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan ketika kondisi mulai memburuk.

Demam lebih dari 39 derajat Celsius, anak tidak mau makan atau minum, serta tanda dehidrasi seperti mata cekung, bibir kering, jarang buang air kecil lebih dari enam jam, tidak keluar air mata saat menangis dan tubuh lemas merupakan tanda bahaya yang perlu diperhatikan. 

“Kalau anak sesak, napasnya cepat atau terengah-engah, ada pernapasan cuping hidung, tarikan ke dalam di dinding dada, bibir atau ujung jari tampak kebiruan, kemudian kejang atau penurunan kesadaran, segera periksakan,” ucap dr Ali yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember.

Baca Juga: 15 Tahun Bui dan Denda Rp15 Miliar! Polres Jember Beri Peringatan Keras Pelaku Pembakar Hutan 

Pada kondisi berat, anak dapat membutuhkan penanganan lebih lanjut hingga rawat inap, selain menjaga kondisi tubuh, pencegahan influenza juga dapat dilakukan melalui vaksinasi.

Ali menjelaskan vaksin influenza membantu membentuk antibodi spesifik, tetapi perlu diberikan setahun sekali karena virus influenza kerap mengalami mutasi genetik. (dhi/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
influenza like illnes (ILI) influenza tipe A Jember RS Bina Sehat