Kasus ISPA Anak di Jember Naik 348 Penderita, Dinkes Pastikan Belum Temukan Influenza Tipe A

M Adhi Surya • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB
“Kasus batuk dan flu pada anak saat ini masih tergolong musiman karena faktor pancaroba dan didominasi batuk-pilek biasa atau ISPA ringan.” dr. RITA WAHYUNINGSIH, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Jember. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
“Kasus batuk dan flu pada anak saat ini masih tergolong musiman karena faktor pancaroba dan didominasi batuk-pilek biasa atau ISPA ringan.” dr. RITA WAHYUNINGSIH, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Jember. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Batuk, pilek, hingga disertai demam memang mulai lebih banyak menyerang anak-anak di Jember.

Namun, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Jember memastikan belum menemukan lonjakan kasus Influenza Tipe A.

Kenaikan penyakit saluran pernapasan yang tercatat dalam empat pekan terakhir masih didominasi ISPA ringan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Jember dr Rita Wahyuningsih mengatakan, pemantauan selama empat minggu terakhir menunjukkan kasus ISPA meningkat 348 penderita.

Baca Juga: Nekat Salip Kendaraan di Tikungan Jalur Gumitir Jember, Truk Hantam Pemotor hingga Tewas

Meski demikian, kondisi tersebut belum mengarah pada lonjakan Influenza Tipe A yang perlu dikhawatirkan. “Kasus batuk dan flu pada anak saat ini masih tergolong musiman karena faktor pancaroba dan didominasi batuk-pilek biasa atau ISPA ringan,” ujarnya.

dr Rita menegaskan, sampai sekarang belum ada laporan Influenza Tipe A yang terkonfirmasi di Jember. Hal itu juga berlaku pada rumah sakit yang menjadi fasilitas rujukan.

Karena itu, peningkatan keluhan batuk dan pilek yang terjadi belakangan belum dapat disebut sebagai lonjakan Influenza Tipe A.

Meski belum ditemukan kasus tersebut, pemantauan tetap dilakukan. Jember juga belum berada dalam status siaga maupun kejadian luar biasa (KLB).

Baca Juga: Dituding Cuma Formalitas dan Kejar Konten Medsos, Dinkes Jember Akhirnya Buka Suara soal Homecare

Dinkes masih menempatkan kondisi ini dalam tahap kewaspadaan dini dengan memantau laporan mingguan dari seluruh fasilitas kesehatan di Jember melalui sistem pelaporan nasional.

Sekolah menjadi salah satu tempat yang ikut dipantau karena interaksi anak berlangsung cukup intens. Dinkes menggandeng UKS untuk memantau siswa yang mengalami keluhan. Anak yang demam atau flu dianjurkan beristirahat di rumah sampai sembuh.

Di sekolah, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker saat bergejala, menerapkan etika batuk dan menjaga ventilasi kelas juga perlu diperhatikan.

Bukan tanpa alasan. Penularan penyakit saluran pernapasan bisa berlangsung cepat, terutama pada anak-anak dan lansia.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menunggu kondisi menjadi berat untuk melakukan pencegahan. “Potensi penularan sangat cepat pada anak-anak dan lansia, sehingga perlu kewaspadaan pada kondisi penyakit yang lebih berat,” kata Rita.

Dari sisi layanan kesehatan, seluruh 50 puskesmas di Jember telah disiapkan untuk menangani pasien dengan keluhan flu maupun ISPA.

Kasus ringan pada anak umumnya cukup ditangani dengan obat penurun panas, pemenuhan cairan dan istirahat.

Baca Juga: 15 Tahun Bui dan Denda Rp15 Miliar! Polres Jember Beri Peringatan Keras Pelaku Pembakar Hutan

Jika ditemukan indikasi infeksi berat, maka tersedia alur untuk pemeriksaan laboratorium rujukan maupun pemberian antivirus khusus seperti Oseltamivir melalui rumah sakit rujukan. Status darurat atau KLB baru dipertimbangkan apabila indikator tertentu terpenuhi.

Di antaranya lonjakan kasus berat lebih dari dua kali lipat secara berturut-turut, meningkatnya keterisian ruang rawat inap anak, atau ditemukannya varian berbahaya berdasarkan kebijakan Kementerian Kesehatan. “Saat ini kondisi Jember jauh di bawah ambang batas tersebut,” tegas Rita. (dhi/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
influenza like illnes (ILI) ISPA meningkat influenza tipe A Jember Dinkes Jember