Radar Jember - Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pembenahan infrastruktur pendidikan yang dinilai sudah masuk kategori darurat.
Bupati Jember Muhammad Fawait membeberkan realita mengejutkan yang dijumpai di awal masa jabatannya, yakni terdapat 1.531 gedung sekolah di Jember yang mengalami kerusakan tingkat berat.
"Mau sebagus apa pun sistem yang kita adopsi dari luar negeri, kalau diterapkan di Jember yang gedungnya amburadul dan atapnya rawan ambrol, ya orang tua tetap takut menyekolahkan anaknya. Maka dari itu, yang darurat ini yang kami selesaikan terlebih dahulu," katanya.
Baca Juga: Pemkab Jember Hadirkan One Stop Service Pensiun ASN, Urus Administrasi Cukup Satu Tempat
Menurut dia, kebijakan revitalisasi fisik yang telah bergulir sejak tahun 2025 tersebut dipastikan akan terus dilanjutkan secara masif pada tahun anggaran 2026.
Ia menyebut, intervensi anggaran pemerintah tidak hanya berfokus pada sekolah negeri. Dari total ratusan sekolah yang diusulkan, mayoritas penerima manfaat pada program tahun 2026 justru didominasi oleh sekolah swasta.
Data Dinas Pendidikan mencatat, tahun ini anggaran revitalisasi sekolah tembus Rp174 miliar untuk 258 sekolah.
Dari 258 sekolah yang masuk dalam skema usulan revitalisasi tahap berjalan itu, sebanyak 121 merupakan sekolah negeri dan 137 sisanya adalah sekolah swasta.
Selain itu, ada tambahan 36 lembaga sekolah dasar (SD) serta 18 TK/PAUD dan SMP yang masuk dalam gelombang berikutnya.
Baca Juga: Pemkab Jember Dapat Jatah Anggaran Rp 174 Miliar dari Pusat untuk Revitalisasi 258 Sekolah
Jika dibandingkan tahun 2025 lalu, maka angka ini melonjak. Tercatat sebanyak 124 sekolah mendapat program serupa dengan nilai total Rp 90 miliar, menyasar 6 PAUD sebesar Rp 1,708 miliar, 74 sekolah dasar (SD) senilai Rp 45,915 miliar, serta 44 sekolah menengah pertama (SMP) dengan total Rp 42,415 miliar.
Lebih lanjut, Gus Fawait, sapaan dia, menyebutkan bahwa angka ini diproyeksikan terus bertambah melebihi 300 lembaga seiring proses Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan kementerian terkait.
"Jadi dari sekian ratus sekolah, hari ini malah yang mayoritas tahun 2026 ini mayoritas adalah sekolah swasta. Meski penentuannya tetap pemerintah pusat, tetapi kami terus perjuangkan (baik yang sekolah negeri dan swasta, Red)," imbuh dia.
Mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode itu mengakui bahwa perbaikan fisik sekolah menjadi fondasi utama.
Ia memastikan, jika seluruh bangunan fisik sekolah di Jember dalam kategori layak dan memadai, maka pemerintah daerah bakal mengurus soal inovasi kurikulum atau sistem pembelajaran apa pun pada prioritas penanganan berikutnya.
"Mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya nanti bisa lebih banyak lagi terkait masalah revitalisasi sekolah ini. Nah, setelah itu, baru kami bisa fokus yang lainnya," tambah dia. (mau/dwi)
Baca Juga: Bupati Jember Janjikan Promosi Jabatan Camat dan Lurah yang Sukses Capai Target Pajak
REVITALISASI SEKOLAH JEMBER 2026
Anggaran revitalisasi sekolah 2026 Rp 174 MILIAR
258 sekolah
Masuk usulan revitalisasi tahap berjalan
- 121 sekolah negeri
- 137 sekolah swasta
Tambahan Usulan
- 36 SD
- 18 lembaga TK/PAUD dan SMP
PERBANDINGAN TAHUN 2025
124 sekolah mendapat program revitalisasi
Total anggaran: Rp 90 miliar
Rinciannya:
- 6 PAUD: Rp 1,708 miliar
- 74 SD: Rp 45,915 miliar
- 44 SMP: Rp 42,415 miliar
Editor : Imron Hidayatullahh