Radar Jember - Kondisi memprihatinkan yang bertahun-tahun membayangi kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumberanget 01, Kecamatan Ledokombo, kini memasuki babak baru, kemarin (21/9). Bangunan sekolah tersebut mulai dipugar.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, revitalisasi tahun anggaran 2026 ini menelan dana sebesar Rp 1,45 miliar.
Perincian pekerjaannya meliputi rehabilitasi sedang hingga berat untuk 6 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang UKS, serta pembangunan fasilitas sanitasi baru berupa 3 unit kamar mandi/WC untuk siswa putra, putri, dan guru.
Baca Juga: Pemkab Jember Hadirkan One Stop Service Pensiun ASN, Urus Administrasi Cukup Satu Tempat
Plt Kepala Sekolah SDN Sumberanget 01, Desi Ratna Sulistyowati, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi sekolah sebelum revitalisasi fisik ini dilakukan.
Sebelumnya, atap-atap gedung mengalami kerusakan parah dan lapuk. Pihak sekolah bersama paguyuban wali murid bahkan sempat melakukan perbaikan swakelola seadanya.
"Dulu sangat mengkhawatirkan. Wali murid bekerja sukarela membenahi atap, bahkan eternit (langit-langit, Red) harus dibuka semua. Namanya swadaya masyarakat, perbaikannya ya seadanya," kata Desi, saat ditemui, kemarin (21/9).
Dampak dari renovasi total ini, sebanyak 84 siswa dan 10 tenaga pendidik harus menyesuaikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Pihak sekolah berkolaborasi dengan komite serta tokoh masyarakat setempat untuk meminjam tiga bangunan musala terdekat.
Baca Juga: Belok Mendadak di Jalan Dr Soebandi Patrang Jember, Shogun Tertabrak Toyota Calya
Sistem pembelajaran pun dibagi menjadi dua tenggat waktu (shift): kelas 1–3 masuk pagi, sedangkan kelas 4–6 masuk siang.
"Semoga ke depannya sekolah ini bisa bagus ya untuk fisiknya. Kemudian nanti banyak anak-anak dan banyak orang tua yang lebih percaya lagi untuk menitipkan putra-putrinya ke sekolah di SDN Sumberanget 1 ini," harapnya.
Di lokasi pengerjaan, mandor proyek Noto Mulyo menjelaskan bahwa revitalisasi mencakup pembaharuan kerangka atap baja ringan, penggantian genting, pemasangan plafon/eternit, penyediaan mebel baru, hingga perbaikan struktur bangunan.
Sebanyak 20 pekerja diturunkan, yang diklaimnya mayoritas merupakan warga lokal dan desa sekitar.
"Semua pekerjanya rata-rata orang sekitar sini, dan pengerjaannya menargetkan waktu 100 hari atau sekitar tiga bulan," katanya, di lokasi proyek, (21/9).
Mulyo mengakui pengerjaan revitalisasi ini sempat menghadapi kendala pasokan material akibat proyek revitalisasi yang gencar serentak di sejumlah wilayah di Jember.
Baca Juga: Pemkab Jember Dapat Jatah Anggaran Rp 174 Miliar dari Pusat untuk Revitalisasi 258 Sekolah
"Kendala utama pada bahan yang sempat tersendat, seperti kanal baja. Namun kami menyiasatinya dengan mengalihkan pengerjaan pada bagian lain yang siap, agar target tiga bulan dari akhir Agustus lalu tetap tercapai," imbuh Mulyo. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh