Radar Jember – Warga yang tinggal di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, mendadak gempar.
Seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah jasadnya tersangkut dan mengapung di Sungai Mayang, Sabtu (19/9) sekitar pukul 09.00.
Penemuan jasad tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat. Informasi itu diteruskan kepada SAR Rimba Laut dan piket Polsek Ambulu.
Baca Juga: Gara-Gara Tak Dengar Klakson, Dua Motor Adu Banteng di Perempatan Sabrang Jember
Anggota SAR Rimba Laut bersama warga kemudian berupaya mengevakuasi jasad korban dari sungai ke tepian.
Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui bernama Mat Ali, 77, warga Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.
Petugas Polsek Ambulu bersama tim medis dari Puskesmas Sabrang kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Selanjutnya, anggota SAR Rimba Laut bersama warga dan anggota Polsek Ambulu membawa jasad korban ke rumah duka untuk disemayamkan.
Baca Juga: Rencana Batalyon Teritorial Pembangunan Silo Ditolak Warga: Bupati Jember Janji Tak Lepas Tangan
Menurut keterangan keluarga, Mat Ali telah meninggalkan rumah sejak lima hari sebelumnya. Pihak keluarga bahkan telah melakukan pencarian ke sejumlah tempat, termasuk mendatangi rumah kerabat.
Hingga akhirnya, korban ditemukan mengapung dalam kondisi tersangkut di Sungai Mayang, Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.
Kapolsek Ambulu AKP Solikhan Arif membenarkan adanya penemuan jasad seorang laki-laki bernama Mat Ali, 77, warga Desa Sumberejo.
“Korban ini sudah menghilang lima hari lalu. Bahkan, keluarga sudah mencari ke mana-mana, termasuk ke rumah saudara,” kata Arif.
Korban kemudian ditemukan mengapung dan dalam posisi tersangkut di Sungai Mayang, Desa Sumberejo.
Baca Juga: Konflik Lahan Silo Bergejolak Lagi: Warga dan Mahasiswa Gugat Rencana Batalyon TP - Radar Jember
Setelah pihak keluarga datang dan memastikan identitas korban, jasad tersebut langsung diserahkan kepada keluarga.
“Setelah ada keluarga yang datang dan memastikan bahwa itu anggota keluarganya, langsung kami serahkan kepada keluarga,” pungkas Arif. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh